iran indonesia 2Jakarta, LiputanIslam.com — Kesepahaman yang tercapai dalam perundingan nuklir antara Iran dan negara P5+1, diapresiasi positif dari Indonesia. Pemerintah melalui siaran pers Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan, tercapainya kesepakatan setelah melalui perundingan yang sulit membuktikan bahwa diplomasi dan dialog merupakan cara penyelesaian efektif bagi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat internasional.

“Indonesia meyakini bahwa kesepakatan yang dicapai akan berkontribusi terhadap perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia,” terang Kemenlu, seperti dilansir di halaman resminya, Jumat, 3 April 2015.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengingatkan semua pihak untuk meneruskan upaya bersama dalam menciptakan dunia yang bebas senjata nuklir.

Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perundingan untuk senantiasa mengedepankan diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan kesepakatan akhir terkait dengan program nuklir Iran tersebut,” tambahnya.

Seperti diketahui, Iran dan negara P5+1 telah mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Kamis, menyepakati parameter untuk menyelesaikan masalah utama mengenai program nuklir Iran, setelah perundingan intensif selama delapan hari di Kota Lausanne, Swiss, dengan sasaran mencapai kesepakatan akhir dan menyeluruh paling lambat pada akhir Juni.

Sanksi Iran Dicabut, Bagaimana Prospek Kerjasama Iran –Indonesia?

Akhir tahun 2014, Indonesia dan Iran telah sepakat untuk membentuk perusahaan bersama untuk melakukan ekspor produk minyak dan petrokimia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Perusahaan Pertokimia Iran (IPCC), Mehdi Sharifi Niknafs.

“Antara Iran dan Indonesia telah sepakat untuk bekerjasama membangun badan usaha, yang akan melakukan ekspor minyak, dan MoU (nota kesepahaman) telah ditandatangani,” ujar Mehdi, seperti dilansir Press TV, 14 Novemer 2014.

Mehdi menuturkan bahwa Indonesia tertarik untuk mengimpor produk minyak dan petrokimia dari Iran, apalagi, kondisi produksi minyak di Indonesia selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Dengan kesepakatan ini, nantinya, Indonesia akan mengimpor minyak langsung dari Iran, tanpa melalui perantara.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh, berkeinginan untuk bekerjasama di bidang kebudayaan dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kerjasama budaya ini, diniai akan memberikan dampak positif, apalagi banyak ruang budaya yang dapat dibangun.

Meski kerjasama ini telah digadang-gadang sejak lama, namun hingga kini, belum ada kabar kelanjutan dari kerjasama tersebut.

Tercapainya kesepahaman dalam perundingan nuklir Iran, salah satunya adalah menyepakati dicabutnya sanksi internasional yang dikenakan terhadap Negeri Mullah itu. Melihat perkembangan ini, akankah kerjasama Iran-Indonesia di berbagai bidang akan segera terealisasi? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL