Sumber: okezone.com

Semarang, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan, memasuki tahun politik 2018 mendatang agar masyarakat tidak gampang dipanas-panasi. Pada tahun depan akan ada kontestasi politik, yakni pemilihan gubernur dan pemilihan bupati/wali kota. Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada semua pihak agar menjaga ketenangan, ketenteraman di kota dan kabupaten masing-masing.

“Jangan sampai kita ini gampang dikipas-kipas dipanas-panasi. Kita ini saudara semuanya, saudara se-Provinsi Jawa Tengah, saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai ada yang gampang dipanas-panasi,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (9/10).

Presiden mengingatkan agar tidak terjadi perpecahan hanya karena perbedaan pilihan politik. “Harusnya tetep rukun dengan dengan tetangga. Harus tetap rukun dengan antar kampung, harus tetap rukun dengan saudara dan teman-temannya. Coblos. Sudah. Jangan sampai kita ini sebagai bangsa besar nanti terpecah gara-gara urusan politik,” ucapnya.

Jokowi menceritakan, ia pernah bertanya ke Duta Besar Singapura tentang jumlah suku disana. Hanya ada 4 suku di Singapura. Afghanistan ada 7. Sementara kita memiliki 714. Oleh karena itu, kita harus menjaga suku, agama dan keberagaman sebagai kekayaan kita sebagai bangsa.

“Kita 714 suku. Ini negara besar, tapi hati-hati jangan sampai ada gesekan diantara kita, ada sengketa, ada pertikaian diantara kita. Kita jaga ketenangan, kesejukan, persatuan, persaudaraan di antara kita,” serunya.

“Pilihan bupati, pilihan walikota, pilihan gubernur, pilihan presiden. Itu ya sudah, milih. Pilih pemimpin-pemimpin kita yang paling baik. Tapi jangan sampai grejegan dengan antar,  dengan antar kampung, jangan. Saya titip,” tambah Presiden Jokowi. (Ar/Setkab).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL