Sumber: komunitasmatoa.blogspot.com

Polman, LiputanIslam.com– Masyarakat Dusun II Desa Galeso Kecamatan Wonomuyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat pada Senin (11/2) menggelar tradisi Mappadendang. Tradisi Mappadendang sendiri merupakan tradisi yang dilakukan oleh suku Bugis saat menyambut maupun usai panen padi.

La Rammang, tokoh adat yang dituakan di kampung tersebut mengatakan, tradisi ini telah dilakukan sejak dahulu secara turun temurun. Tradisi ini dilakukan setiap setahun sekali dan digelar selama dua hari dua malam. “Ini sudah lama seperti ini, setiap setahun kami gelar. Siang malam kami gelar Mappadendang,” katanya.

Kegiatan itu diawali dengan membacakan doa keselamatan, yang dilakukan oleh seorang tokoh adat. Sambil membacakan doa mereka juga membakar dupa atau kemenyan. Sejumlah makanan juga dihidangkan di nampan (baki) yang terdiri dari beras ketan (sokko’), pisang, ayam dan menu makanan lainnya.

Mappadendang dilakukan oleh beberapa wanita dan laki-laki yang mengenakan pakaian adat. Mereka secara bergantin memukul lesung menggunakan alu, sehingga menciptakan irama yang sinkron/serasi antara tumbukan yang satu dengan yang lainnya.

Dalam suku Bugis, tradisi Mappadendang ini digelar sebagai wujud rasa syukur kepada sang Pencipta atas limpahan rezeki dan hasil panen padi yang diperoleh. (aw/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*