Mulyana/jawapos.com

Mulyana/jawapos.com

Bandung, LiputanIslam.com – Mungkin jika melihat sosoknya, tak akan ada yang percaya bahwa Mulyana merupakan altet paragames yang mencatat rekor dunia pada gelaran Asian Paragames 2014 di Korea Selatan. Sebagai seorang atlet difabel, Mulyana sadar bahwa dirinya tak mungkin ada diatas terus. Untuk itulah ia kini merintis wirausaha dengan berkebun sayuran demi menyiapkan masa tuanya kelak.

Meskipun Mulyana tidak memiliki tangan, ia kemudian tak tinggal diam dan berpangku tangan. Mulyana ingin merubah nasibnya sendiri dengan berwirausaha. Dari bonus-bonus yang ia dapatkan, kemudian ia investasikan dalam bentuk kebun. Ia sendiri yang menggarap kebunnya, kemudian menjualnya.

Prestasi Mulyana tidak bisa dianggap sepele. Ia berhasil memecahkan rekor dunia renang nomor 50 meter gaya kupu-kupu kelompok S4 di Asian Paragames 2014 di Korea Selatan. Sebagai orang yang mengharumkan nama bangsa di tingkat Internasional, sebetulnya Mulyana berhak untuk menikmati bonus dan keistimewaan dari pemerintah. Namun, hal tersebut bukanlah yang ingin dikejar oleh Mulyana. Ia lebih memilih mengembangkan kebunnya sehingga bisa dijadikan lahan investasi dimasa depan seperti dilansir dari jawapos.com.

Keterbatasan fisik tidak menjadi rintangan bagi Mulyana. Ia tinggal di Kampung Cilangkap, Jatimekar, Kecamatan Cipendeuy, Bandung Barat. Tak jauh dari rumahnya tersebar beberapa kebunnya yang ditanami dengan aneka sayur-sayuran. Meskipun harus naik dan turun bukit, tak sedikitpun Mulyana mengeluh. Ia tetap bersemangat untuk melihat perkembangan aneka komoditas sayurannya.

Mulyana menanam mentimun, cabai merah, terong, kacang panjang, hingga ubi-ubian. Hasilnya ia jual ke Pasar Cibitung dan Pasar Kramat Jati, Jakarta. Mulyana mengakui bahwa dirinya merasa nyaman dengan berwirausaha. Ia tak memilih menjadi PNS meskipun sangat mungkin mengingat prestasinya yang luar biasa sebagai atlet paragames. Mulyana kini hidup mandiri bahkan bisa menghidupi orang lain yang normal.

Mulyana cukup rajin berprestasi baik dalam tingkat nasional maupun internasional. Dari bonus prestasi itulah Mulyana bisa mengembangkan kebunnya. Kini ia memiliki tiga kebun di lokasi yang berbeda namun masih tetap di kampung halamannya. Ia bersama istri dan keluarganya bahu membahu mengelola kebunnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebagai pemecah rekor dalam nomor 50 meter gaya kupu-kupu kelompok S4, Mulyana saat itu mendapatkan bonus dari Kemenpora sebesar Rp 490 juta. Meskipun demikian, bonus tersebut belum cair hingga saat ini, tetapi kejuaraannya sudah berlalu Oktober 2014 silam. Mulyana sudah berencana untuk menambah modal berdagang sayuran lagi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya jika bonusnya itu cair. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL