Sumber: Nu Online.com

Jepara, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan bahwa musuh kita bersama itu ialah kezaliman. Menurutnya, jangan sampai ada permusuhan hanya karena berbeda agama ataupun suku. Hal itu disampaikan Said Aqil pada Orasi Kebangsaan dalam rangka Harlah NU ke-94 yang diadakan PCNU Jepara di alun-alun Jepara, pada Minggu (16/4).

Kiai Said menjelaskan, kepada ribuan peserta “Sepeda dan Jalan Sehat” itu, bahwa yang termasuk kategori zalim ialah bandar narkoba, bandar judi, koruptor dan teroris. “Tidak boleh ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim,” ucapnya.

Oleh karena itu, Kiai Said mengajak warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) untuk tidak menyebut orang Kristen, China itu musuh. Walaupun beda suku agama dan ras, mereka itu bukanlah musuh, kecuali jika mereka zalim.

Ia menceritakan, dahulu penduduk Madinah terdiri dari 3 kelompok muslim pendatang, pribumi dan non-Muslim. Ketiga golongan itu sama-sama harus dilayani. Sehingga meskipun beda warna kulit, beda budaya, beda agama tidak boleh dihina.

Ia juga mengingatkan akan pentingnya memadukan agama dan rasa cinta tanah air. Menurutnya, Islam dan nasionalisme kita itu ialah satu kesatuan. “Amanah wathaniyah KH Hasyim Asyari yang digelorakan 1914 hubbul wathan minal iman, itu tidak pernah digelorakan oleh ulama-ulama Timur Tengah,” terangnya.

Said Aqil menjelaskan, kondisi Afganistan, Irak dan Suriah bergejolak sekarang ini lantaran di sana tidak ada semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman. “Islam saja orang menjadi galak. Nasionalisme saja orang jadi abangan,” ujarnya.

Terakhir, dalam kegiatan yang juga dimeriahkan grup balasyik dari Jember Jatim itu, Kiai Said memantapkan Nahdliyin untuk istiqamah mengikuti Nahdlatul Ulama. Dengan ber-NU, akan semangat beragama dan berbangsa. (Ar/NU Online)

 

 

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL