Sumber: genpi.co

Sabang, LiputanIslam.com– Deputi Komersil dan Investasi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Agus Salim mengatakan bahwa Sabang Marine Festival (SMF) 2019 akan digelar dengan gaya yang berbeda. Menurutnya, SMF tahun ini akan dikemas dengan konsep yang mengedepankan tradisi dan budaya lokal.

“Di tanggal 27, 28, 29 (April) itu kita fokus ke tiga desa wisata, kita perfom-kan tradisi kita culture kita, art kita, makanan kuliner kita yang ada di desa setempat. Kita ada demo- demo menarik terkait budaya kita. Kali ini berbeda berbeda dengan marine terdahulu” ucapnya di Sabang, Aceh, pada Selasa (23/4).

Tiga desa dimaksud antara lain desa Krueng Raya, desa Aneuk Laot dan desa Jaboi. Ketiga desa itu nantinya akan menyuguhkan atraksi budaya dan tradisi Aceh, mulai dari proses memasak kuliner khas Aceh seperti kuah plik, kuah beulangong, membuat kue kara, bolu bhoi dan kuliner Aceh lainnya.

“Ada juga prosesi tarek pukat, memainkan permainan rakyat seperti lompat karung, tarik tambang, panco, dan patok lele,” katanya.

Sementara terkait jumlah peserta yang akan ikut, menurut Agus, saat ini terus bertambah jumlahnya. “Target kita 25 kapal bisa hadir, sampai saat ini sudah 24 yang sudah registrasi ulang dan yang sudah hadir di teluk Sabang dan sekitarnya ada 17 kapal yacht. InsyaAllah dalam dua hari ini akan bertambah,” tandasnya. (aw/rri).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*