Jakarta, LiputanIslam.com– Rohaniwan Romo Benny Susetyo menyampaikan bahwa rencana Kementerian Agama untuk membuat pedoman ceramah hendaknya dibuat secara universal. Pedoman tersebut nantinya akan berlaku untuk semua agama. Menurut Romo Benny, hal itu penting guna penguatan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyataan tersebut ia sampaikan di Jakarta, Selasa (21/3).

“Jadi pedomannya bersifat universal. Etika untuk menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Romo Benny.

Menurutnya, pedoman ceramah ini lebih pada soal etika, apa yang boleh dan tidak. Sehingga pedoman ini sifatnya universal saja. Apalagi hal semacam ini ada dalam konvensi internasional.

Romo Benny mengaku, wacana pedoman ceramah di rumah ibadah sudah lama ada. Juga pertemuan terkait wacana ini sudah beberapa kali dilakukan oleh Kementerian Agama. Belum lama ini, Dewan Pertimbangan Presiden juga mengundang tokoh-tokoh agama untuk membicarakan kode etik di rumah ibadah tersebut.

“Pembicaraan tentang panduan ceramah ini sudah ada. Kementerian Agama sudah beberapa kali mengajak para tokoh agama bertemu,” ujarnya.

Room Benny menyarankan agar para tokoh agama rembuk bersama untuk mencari titik temu yang umum, yakni apa yang boleh dan tidak. Misalnya, tidak menggunakan mimbar untuk menjelekkan orang lain, politik praktis yang memecah belah, atau menyalah-nyalahkan agama.

Ia menambahkan, bahwa rumah ibadah itu merupakan rumah untuk bertemu Tuhan. Tempat untuk meningkatkan keimanan, dan rasa persaudaraan. Jadi tidak boleh dirusak agitasi politik praktis.  “Rumah ibadah itu tempat menguatkan persaudaraan, meningkatkan iman dan takwa, bukan untuk memprovokasi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama saat ini memang sedang menyusun pedoman ceramah di rumah ibadah. Pedoman tersebut akan berisi tentang hal yang boleh dan tidak boleh disampaikan, serta akan berlaku untuk semua agama di Indonesia. Hal itu juga sebagai respon pemerintah terhadap banyaknya laporan masyarakat tentang isi ceramah di rumah ibadah belakangan ini yang cenderung mengujar kebencian dan politik praktis. (fd/Republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL