Sumber: muhammadiyah.or.id

Bantul, LiputanIslam.com– Walikota Bandung Ridwan Kamil menemui Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) Haedar Nashir guna  membahas beragam dinamika kehidupan kebangsaan dan keumatan dalam bingkai keindonesiaan yang berkemajuan. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah kediaman Haedar Nashir, di Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Jumat (21/7).

Ridwan Kamil mengaku, pertemuan dengan PP Muhammadiyah tersebut bertujuan untuk menyamakan pola atau sistem pembangunan masyarakat yang dimiliki Muhammadiyah dengan sistem yang dijalankan di daerahnya. Menurutnya, konsep berkemajuan yang diusung Muhammadiyah  sangat dibutuhkan oleh bangsa sekarang ini.

“Konsep kemajuan yang dipakai oleh Muhammadiyah, memilki keterkaitan erat dengan kemanjuan dan pola peradaban di masa sekarang ini. Dan pola demikian yang juga saya terapkan,” ujar Walikota yang biasa disapa Kang Emil tersebut.

Sementara itu, Haedar Nashir menyambut baik kunjungan Ridwan Kamil dalam rangka saling berbagi pengalaman dan pengetahuan berkonstribusi membangun bangsa. Ia mengaku, kunjungan dan silaturahim ini memiliki muatan historis antara sesama putra pasundan dan sebagai sosok yang dituakan. Namun lebih dari itu, pertemuan ini juga dalam rangka berbagi pandangan tentang keislaman dan keindonesiaan.

“Kunjungan ini saling berbagi pandangan mengenai perkembangan keislaman dan keindonesiaan. Kang Emil memiliki visi yang sama, bahkan semangat Islam Berkemajuan,” tutur Haedar Nashir.

Ia juga menjelaskan akan pentingnya nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan bagi bangsa ini. Menurut Haedar, perpaduan antara keislaman dan keindonesiaan menjadi hal yang penting. Oleh karenanya, semua anak bangsa, termasuk kalangan elit bangsa perlu untuk meresapi nilai-nilai itu.

“Keindonesiaan itu tempat kita bertemu seluruh elemen bangsa. Apapun agamanya, apapun daerahnya, suku, dan golongan. Keislaman adalah entitas yang besar di republik ini yang tetap berintegrasi dengan semua warga bangsa. Sekaligus juga berkonstribusi bagi bangsa dan negara. Tapi memang umat Islam perlu diberdayakan secara terus-menerus. Sehingga tidak hanya besar secara jumlah atau kuantitas,” ujarnya. (Ar/Suara Muhammadiyah).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL