Sumber: wartatasik.com

Tasikmalaya, LiputanIslam.com– Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi mengimbau kepada semua lapisan masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan tahun baru. Menurutnya, jangan sampai masyarakat terjebak pada euforia, hura-hura, pesta, dan hal-hal lain yang tidak bermanfaat.

“Apalagi, jika di dalamnya ada pemborosan, perbuatan maksiat dan sebagainya, itu sangat tidak dianjurkan oleh Islam,” ucapnya di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (31/12).

Menurut Kiai Aminudin, masyarakat sebaiknya lebih banyak berzikir dan berdoa kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur. “Pergantian tahun merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri secara positif. Kalaupun ada rezeki lebih baik dikumpulkan untuk kaum duafa (miskin), jangan buat pesta,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya yang mengatakan bahwa perayaan tahun baru sebaiknya di isi dengan kegiatan yang positif. Menurutnya, hal yang terpenting adalah adanya introspeksi diri atas apa yang telah kita lakukan selama satu tahun terakhir ini.

“Perayaan tahun baru itu sesuatu yang rutin dan biasa, hanya yang penting kita banyak melakukan intropeksi saja,” tambahnya. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL