H. Kusyono/kompas.com

H. Kusyono/kompas.com

Cirebon, LiputanIslam.com – Haji Kusyono rela meninggalkan seragam kebesaran korps Bhayangkara yang selama ini dibanggakannya. Kini ia malah berkutat dengan barang-barang rongsokan, berkarat dan dibuang oleh orang lain. Tak disangka jika dari barang-barang rongsokan itulah Haji Kusyono mampu meraup omzet miliaran rupiah.

Haji Kusyono adalah Warga Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dia adalah satu dari ratusan warga sekitar yang kesehariannya hidup dengan tumpukan barang-barang bekas, mengumpulkan dari banyak orang, menyortir, dan kemudian mengirimkan ke berbagai pabrik dan perusahaan besar di Jakarta dan daerah lainnya, seperti diberitakan kompas.com.

Awalnya, Kusyono hanya memiliki enam karyawan, yang mengambil barang rongsokan dari wilayah Cirebon dan menjualnya ke Jakarta. Karena kegigihannya melihat potensi dan kelihaiannya mengatur modal, akhirnya usaha Kusyono berkembang pesat hingga ia memiliki sekitar 100 karyawan.

Pada masa keemasannya, sekitar tahun 2000, ia mampu mengeluarkan modal sekitar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta untuk membeli 20 hingga 50 ton barang rongsokan dalam satu hari. Dari puluhan ton barang bekas jenis besi, kaleng, dan berbagai bahan dari wilayah III Cirebon ini, Kusyono dapat mengantongi omzet sekitar Rp 80 juta hingga Rp 120 juta per hari.

“Kalau lagi ramai dan dibutuhkan pabrik, saya bisa kirim sampai 50 ton lebih dalam satu hari. Untungnya cukup besar, sampai Rp 120 juta. Kalau waktunya pulang, saya langsung bayar gaji karyawan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000, bergantung pekerjaannya,” kata dia.

Keberhasilan Kusyono juga terukur dari jumlah luas gudang yang ia miliki. Kini Kusyono memilki sekitar 7 gudang barang rongsokan, 10 rumah megah, 6 hektar sawah, dan beberapa kendaraan. Dia juga sudah beberapa kali menunaikan ibadah haji sekaligus memberangkatkan keluarganya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL