Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa bangsa Indonesia akan tetap satu dan utuh dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyatakan, NU sebagai pilar rakyat akan terus berjuang agar Indonesia tetap utuh dan bersatu. Hal itu di sampaikan Kiai Said menanggapi video ramalan Indonesia bubar di tahun 2030 yang sedang viral sekarang ini.

“Kalau sikapnya Prabowo itu sebuah warning, perlu menjadi perhatian. Tetapi kalau pesimis enggak boleh. Insyaallah Indonesia tetap satu selama ada NU sebagai pilar rakyat dan pilar civil society,” tegasnya di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (22/3).

Sementara, Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf menegaskan  bahwa ramalan Indonesia bubar di tahun 2030 tersebut tidak tepat. Justru menurutnya, Indonesia semakin kuat. “Kalau orang mengatakan Indonesia bubar, itu dari mana tandanya? Justru RI semakin kuat,” ujarnya.

Tanda semakin kuatnya Indonesia, lanjut dia, adalah saat ini negara-negara di dunia ramai-ramai ingin belajar ke Indonesia. Sebab, Indonesia dinilai berhasil merawat perdamaian di tengah perbedaan. Peran civil society seperti organisasi keagamaan, komunitas budaya, dan perkumpulan-perkumpulan lain turut berjasa dalam menciptakan keharmonisan bangsa.

Ini menjadikan Indonesia yang terdiri dari 714 suku yang mendiami 34 provinsi dan 514 kota/kabupaten tetap bersatu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. “Muslim sebagai agama mayoritas di Indonesia pun juga menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah sekaligus ukhuwah wathoniyah,” ucap Kiai Ma’ruf.

“Semua ini sama-sama melaksanakan penguatan terhadap keutuhan bangsa. Orang lain (justru) ingin meniru seperti di Indonesia,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto bicara soal ‘Indonesia bubar 2030’ di UI ketika menghadiri peresmian dan bedah buku Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo, Senin 18 September 2017. Namun, potongan video pidato Prabowo tersebut diunggah kembali pada Senin (19/3/2018) di akun Facebook dan Twitter resmi partai yang dipimpinnya dan menjadi viral di dunia maya.

Acara diadakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok. Dalam acara itu, Prabowo turut membawa satu novel berjudul Ghost Fleet. Prabowo lalu mengungkap isi novel, salah satunya ramalan soal Indonesia di 2030.

Ghost Fleet ini novel, tapi ditulis dua ahli strategi dari Amerika, menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” ucap Prabowo. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL