Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Rapat Kerja Nasional I (Rakernas I) Majelis Dzikir Hubbul Wathon mengangkat tema kebengsaan. Rakernas yang bertema “Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional” itu rencananya akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 21 hingga 23 Februari mendatang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Hery Haryanto Azumi menjelaskan alasan kenapa Rakernas mengangkat tema kebangsaan. Menurutnya, tema itu sengaja diambil sebagai reaksi terhadap kelompok-kelompok radikal yang anti-kebangsaan.

“Bagi kami, NKRI ini sudah final, sudah sesuai dengan prinsip-prinsip Islam karena darul ahdi (negara kesepakatan),” katanya saat konferensi pers terkait rencana penyelenggaraan Rakernas I PB MDHW di Citrus Caffe, TIS, MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (19/2).

Tujuan besar yang dilakukan MDHW dalam menjaga NKRI, lanjut dia, yakni supaya semua elemen bangsa merasa terwakili, mendapatkan saluran, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Sementara terkait hubungan nasionalisme dan agama, menurutnya keduanya tidak bertentangan, bahkan saling menguatkan. “Ketika orang itu Muslim, maka dia juga dianggap nasionalis sejati,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Hery juga mengajak semua elemen bangsa agar kembali kepada semangat kebersamaan untuk membangun bangsa Indonesia. “Semangat nasional, semangat kebersamaan, semangat yang menjadi para founding father membangun bangsa ini,” ujarnya.

Rakernas I rencananya akan dibuka langsung oleh  Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja, Ketua Dewan Penasihat MDHW KH Ma’ruf Amin, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan semua ormas Islam Indonesia. Hal-hal yang menjadi pembahasan Rakernas, yaitu tentang dzikir, halaqah, ekonomi, dan sosial. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*