Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengatakan bahwa bencana alam berupa gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan gempa yang diikuti tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) harus dijadikan momentum untuk mengadakan doa bersama. Kesempatan ini hendaknya kita jadikan untuk melakukan Istighosah bersama.

“Ini kesempatan yang penting untuk ber-istighosah secara nasional atau pun daerah yang atsar-nya (pengaruhnya) bersifat nasional itu betul-betul dapat dirasakan secara nyata,” katanya di Gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa (2/10).

Kiai Miftah mengutip Al-Qur’an Surat Nuh, ayat 10-13 yang berbicara tentang permintaan ampunan kepada Allah. “Selain memberikan suatu jalan keluar, ayat ini juga memberi penguatan-penguatan keyakinan yang sama-sama kita harapkan,” ucapnya.

“Mudah-mudahan istighosah dan peringatan Hari Santri berjalan dengan maksimal. Dan mudah-mudahan berkah hari santri dan istighotsah bisa diwujudkan untuk keselamatan bangsa, negara,” tambahnya.

Sementara Sekjen PBNU, H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengatakan adanya bencana alam seperti ini mengandung hikmah bahwa Allah Swt menaikkan derajat para warga terdampak. “Musibah ini bahwa Allah Swt sedang melakukan kenaikan maqam warga terdampak baik di NTB maupun Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

“PBNU dan seluruh warga NU turut merasakan prihatin dan bela sungkawa atas musibah yang dialami masyarakat NTB dan Sulawesi Tengah,” tambah Helmy. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*