Sumber: gatra.com

Palangkaraya, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi kita harus dimulai dari bawah. Menurutnya, kebijakan ekonomi nasional yang menggunakan sistem lama menyebabkan ketimpangan yang sangat memprihatinkan antara rakyat dengan segelintir konglomerat.

“Teorinya trickling down effect, tetesan ke bawah. Membangun ekonomi dari atas, kemudian menciptakan konglomerasi, yang selanjutnya diharapkan netes ke bawah. Ternyata enggak netes-netes,” ujarnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Senin (9/10).

Kiai Ma’ruf mengatakan, kebijakan  ekonomi harus dibalik, yakni menjadi pola pembangunan ekonomi dari bawah, yaitu berbasis umat. “Kenapa umat? Karena bagian terbesar dari bangsa ini adalah umat. Jika umat kuat, bangsa kuat. Jika umat lemah, bangsa lemah,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, sebagai umat tersebar, maka warga nahdliyin (warga NU) berkewajiban melakukan upaya-upaya untuk kemaslahatan bangsa, termasuk di bidang ekonomi. “NU itu besar. Maka tanggung jawabnya pun besar,” ucap Kiai Ma’ruf.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan tentang arus baru ekonomi nasional saat ini sedang bergerak dengan dua program utama, yakni redistribusi aset dan kemitraan. Yang pertama di antaranya dengan membagikan tanah kepada rakyat, sementara yang kedua mendorong konglomerat bermitra dengan para pengusaha kecil. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL