foto: unnes.ac.id

foto: unnes.ac.id

Jakarta, LiputanIslam.com–Anda tentu ingat pada Raeni, anak tukang becak yang datang ke acara wisuda dengan menaiki becak yang dikayuh oleh ayahnya. Kemiskinan tak membuat Raeni patah semangat, bahkan ia dinobatkan jadi wisudawan terbaik. Kini kebahagiaan Raeni (22) kini semakin lengkap karena akan menempuh studi S2 di Inggris. Sebuah cita-cita yang sejak dahulu dia dambakan untuk nantinya membawa manfaat bagi pendidikan di Indonesia.

“Saya akan melanjutkan studi di program Magister of Science in International Accounting and Finance di Inggris. Sengaja saya mau ambil jurusan itu karena supaya linear dengan bidang saya. Kalau linear akan lebih mudah untuk menjadi dosen di Indonesia,” tutur Raeni seperti dilansir detikcom, Kamis (9/7/2015).

Dia akan menempuh pendidikannya di Birmingham University dengan Beasiswa Pendidikan Presiden RI. Beasiswa tersebut dikelola oleh LPDP dari Kementerian Keuangan RI.

“Alasan saya ingin menjadi dosen adalah karena kalau kita punya banyak ilmu, tidak akan berkah kalau tidak dibagikan. Saya ingin berbagi ilmu supaya berkah. Apalagi kalau mengajarnya di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan, -red),” kata Raeni.

Raeni berharap dapat segera menyelesaikan kuliah S2-nya sehingga dapat langsung mengajar. Setelah wisuda hingga kini pun dia mengisi kegiatannya dengan mengajar sebagai dosen Tamu Bakti di Unnes.

“Kalau kita mengajarkan ilmu baik yang kita punya pasti dapat berkah, apalagi kalau mengajarnya ke calon-calon guru. Mereka pastinya akan mengajar lagi dan berkahnya akan bertambah,” ungkap dia. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL