Gita Adinda Nasution/Kompas.com

Gita Adinda Nasution/Kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Didalam setiap penyakit tentulah terdapat obatnya. Itulah yang menjadi salah satu keyakinan Gina Adina Nasution (20) saat ayahnya terkenan penyakit diabetes. Dengan tekad ingin menyembuhkan ayahnya, ia kemudian meneliti gula dalam kandungan tebu.

Mahasiswi semester 6, jurusan farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) ini akhirnya berhasil menyembuhkan ayahnya dengan obat racikannay sendiri yang justru mengandung gula. Padahal para penderita diabetes malah menjauhi konsumsi gula.

Berdasarkan risetnya, penyakit diabetes bukanlah disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Melainkan karena organ tubuh yang cacat akibat pola hidup yang tidak sehat yang mengakibatkan tubuh tidak bisa mencerna gula yang mendatangkan penyakit diabetes.

“Gula darah naik itu bukan karena gula, tapi organ tubuh yang tidak bisa mencerna gula tersebut. Apalagi manusia itu butuh glukosa. Jadi itu karena organ tubuh sudah cacat akibat makan makanan cepat saji, soda, dan minum alkohol. Sedangkan potensi dari genetika cuma 20 persen, jadi yang paling berpengaruh adalah pola hidup tidak sehat,” jelas Gita.

Ternyata kabar kesembuhan ayahnya dari penyakit diabetes berkat obat racikan yang diberi nama Kopi Gula Gita (Kolagit) itu menyebar kemana-mana hingga pesanan pun mulai berdatangan. Bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri bahkan sudah mendapatkan pesanan dari Arab Saudi.

“Mulai dari Korea Selatan, Perancis, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Arab Saudi, California, Canada, dan AS. Teman-teman ayah di Koramil yang biasa berobat ke Penang dan Singapura, setelah minum obat ini tidak ke sana lagi, sembuh dengan Kolagit,” kata Gita.

Obat racikan tersebut mengandung bahan tumbuhan tebu dan herbal-herbal lainnya. Meski ada kata kopi dalam nama Kolagit, Gita mengatakan itu didasari kemiripan warna obat tersebut dengan kopi.

Untuk harga, Gita menjual Kolagit sebanyak 800 gram dengan harga Rp 150.000. Namun, Gita mengatakan keuntungan bukanlah tujuan utama dari penjualan Kolagit. Menurut dia, sebagai orang medis, masih ada beban moral untuk menyembuhkan orang meski tidak mampu untuk membeli Kolagit, seperti dilansir dari kompas.com.

Gita kini mampu meraup omzet sekitar Rp 1 miliar. Bahkan sejak booming tahun 2013, beberapa perusahaan multinasional berminat untuk bekerjasama dengan Gita. Namun Gita bergeming karen kekhawatiran dirinya jika Kolagit malah tidak terjangkau masyarakat lapisan bawah.

Gita kini tengah mempersiapkan obat penurun panas dan antiseptik dari limbah organik. Obatnya di klaim akan lebih efektif dari paracetamol dan obat anti alergi dalam bentuk salep. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*