Sumber: liputanislam.com

Cirebon, LiputanIslam.com– Penulis Kitab Tafsir al-Misbah, Muhammad Quraish Shihab menceritakan alasan dirinya memilih dan menekuni ilmu tafsir. Salah satunya karena ada dorongan dari dosen-dosennya. Hal itu disampaikan Quraish Shihab pada acara Temu Alumni Bayt Al-Qur’an di Pesantren Dar Al-Qur’an Arjawinangun, di Cirebon, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (9/1).

Menurutnya, pilihan pada bidang tafsir berawal pada saat dirinya hendak kuliah di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir. Saat itu, ia merasa bingung tentang jurusan yang ingin diambil di fakultas Ushuluddin. Adapun pada fakultas tersebut terdapat jurusan Filsafat, Tafsir Al-Quran, dan Hadis.

Saat kebimbangan melanda, ia konsultasi kepada beberapa dosen di kampus tersebut. Beberapa dosen mengarahkan jurusan dengan memberikan dua penjelasan kepada dirinya. Pertama, ia diingatkan tentang bahaya mempelajari filsafat karena bisa membuat si pelajar tergelincir, sementara kalau belajar Al-Qur’an tidak akan membuat tergelincir. “Satu keistimewaan ini (belajar al-Qur’an),” pikirnya.

Kedua, jika belajar filsafat, dan menjadi ahli pada bidang filsafat belum tentu mengerti tentang fikih, dan bahasa arab, sementara kalau belajar Al-Qur’an akan bisa memahami fikih, bahasa arab, bahkan sosiologi.

“Jadi, itu sebabnya saya pilih jurusan tafsir (Al-Qur’an),” ungkap mufassir Indonesia itu. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL