Sumber: nu.or.id

Bandar Lampung, LiputanIslam.com– Kebijakan Full Day school (FDS) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terus menuai penolakan diberbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Bekasi, Karawang, Lampung dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.  Penolakan paling keras terjadi pada warga NU yang menilai bahwa program itu tidak sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia. Program FDS juga dinilai sebagai kebijakan parsial dan tidak dikaji secara komprehensif.

Wakil Katib Syuriyah PWNU Lampung, KH Basyaruddin Maisir mengatakan bahwa seluruh Nahdliyin (warga NU) Provinsi Lampung rencananya akan menggelar aksi massa pada 23 Agustus mendatang. Menurutnya, hal ini sesuai dengan instruksi PBNU yang mengimbau seluruh pengurus NU di semua level, termasuk lembaga dan Badan otonom untuk menggelar aksi penolakan program FDS.

“Kita akan lakukan aksi bersama pada 23 Agustus 2017 di depan Gedung DPRD Provinsi,” ujar KH Basyaruddin Maisir di Bandar Lampung, pada Sabtu (12/8).

KH Basyaruddin Maisir juga menjelaskan bahwa rencana aksi ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar NU Lampung menolak FDS. Selain itu, aksinya juga akan dilaksanakan secara damai yang diikuti dengan upaya spiritual seperti dzikir, wirid, yasinan dan doa bersama. “Aksi dilakukan secara damai, menggunakan etika NU, dan berakhlakul karimah,” ucapnya.

Menurut Kiai Basyaruddin, NU Lampung juga  akan membentuk tim yang diberikan amanah untuk mengkoordinasikan seluruh langkah yang akan ditempuh dalam rangka menindaklanjuti instruksi PBNU.”Tim ini akan berkoordinasi dengan semua institusi NU termasuk Lembaga maupun Badan otonom untuk melakukan langkah efektif dalam rencana aksi ini,” ungkapnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL