Sumber: nu.or.id

Probolinggo, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH Hasan Mutawakkil Alallah menyatakan bahwa keberadaan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah fardlu ‘ain, yakni wajib keberadaanya demi terciptanya tujuan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu disampaikan Kiai Hasan saat menerima kunjungan Ketua KPK Agus Rahardjo di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genghong, Probolinggo, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (9/9).

Menurut Kiai Hasan, karena korupsi telah menjadi penghalang bagi terwujudnya kesejahteraan suatu bangsa, maka wajib bagi kita untuk menghilangkan penghalang kemaslahatan itu dengan melakukan pemberantasan korupsi yang oleh konstitusi utamanya dimandatkan kepada KPK.

Ia juga meminta para santri dan warga NU (Nahdliyin) untuk terus mendukung dan mendoakan KPK agar tetap istiqamah memberantas korupsi. Kiai Hasan menegaskan, bahwa tidak ada yang boleh melemahkan KPK. ” karena keberadaannya konstitusional dan harus kita kawal bersama,” ujarnya.

Sementara, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa dirinya optmis dengan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, peringkat pemberantasan korupsi terus meningkat dari angka 17 menjadi 36 di tahun ini. “Sebuah peningkatan yang harus terus dipacu, dan salah satunya dengan keterlibatan masyarakat termasuk kalangan santri dan pondok pesantren” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga mengajak para santri dan masyarakat luas untuk melaporkan kepada KPK apabila menemukan praktik korupsi di daerah masing-masing.”Selain penindakan, KPK memiliki mandat pencegahan korupsi yang ini harus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan pesantren dan Nahdlatul Ulama,” ucapnya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL