11236_9486_Oke-boks-putri-GUN-(10)

LiputanIslam.com – Usianya masih cukup muda, 23 tahun, namun prestasinya sudah mendunia sebagai ahli dalam mengolah masakan. Kini berkat prestasinya, Putri dipercaya sebagai dosen di Universitas Sratford, Virginia, Amerika Serikat.

Hebatnya lagi, Putri mengenalkan sekaligus mengajarkan masakan khas Indonesia di kelasnya didepan para mahasiswa jurusan kuliner. Hal yang sebelumnya tidak terbayangkan oleh putri karena harus berhadapan dengan murid-murid asing di Amerika Serikat, seperti dilansir dari jawapos.com.

Ironisnya justru saat sekolah, Putri lebih banyak diajarkan untuk memasak masakan Westren (Barat). Begitu pula saat bekerja di hotel, ia dipercaya untuk memasak menu Western.

Lulusan SMKN 4 Jogjakarta ini bahkan masih tak percaya jika dirinya bisa mendapatkan kepercayaan menjadi pengajar di kampus ternama di Amerika dengan pelajaran khusus mengolah masakan Indonesia.

Kesuksesan tersebut ia tuai dari sebuah kegagalan. Namun, Putri ternyata mampu belajar dari kegagalan tersebut dan menjadikannya sebagai titik balik dalam kehidupannya.

Putri pernah mengikuti ajang pencarian bakat bagi para chef yang diselenggarakan di salah satu stasiun televisi swasta medio 2013. Namun, langkah Putri justru terhenti karena dinilai tidak bisa memasak masakan Indonesia.

”Aneh ya, saya tereliminasi dari ajang itu karena nggak bisa masak masakan Indonesia. Tapi, sekarang harus mengajar masakan Indonesia,” kenangnya.

Namun Putri tak patah arang, berangkat dari program reality show itulah Putri sebenarnya sedang membuka jalan kesuksesannya. Ia belajar langsung dari pakar Kuliner Indonesia William Wongso. Bahkan meskipun telah tereliminasi, Putri menguatkan tekadnya untuk tetap belajar dari William.

Selain terus belajar, Putri juga tekun turun ke berbagai daerah untuk mengenal masakan khas tradisional di berbagai daerah Indonesia. Ia mengaku kagum dan baru menyadari betapa Indonesia kaya akan masakan khas yang memanjakan lidah.

”Banyak masakan kita yang dimasak dengan bahan-bahan yang otentik hanya ada di Indonesia,” paparnya.

Dari ketekunannya belajar masakan Indonesia itulah, kepercayaan mulai diberikan kepada anak kedua di antara dua bersaudara tersebut. Mulanya, dia diajak William Wongso untuk mempraktikkan ilmunya di sebuah hotel di Republik Ceko. Di hotel itu Putri diminta mempromosikan masakan Indonesia selama tiga pekan. Kemudian ke Perancis untuk melakukan hal yang sama.

Dari situlah, tawaran pun mengalir ke Putri untuk menjadi pemateri perkuliahan khusus kuliner Indonesia. Termasuk ke Korea. Terakhir, dia dipercaya mengajar di Universitas Stratford yang dijalani hingga sekarang.

Dari sejumlah pengalamannya itu, dia berharap apa yang dilakukannya bisa menginspirasi chef-chef muda Indonesia untuk belajar masakan Indonesia. ’’Jadi, jangan seperti saya yang belajar masakan luar dulu baru belajar masakan dalam negeri,’’ ucap perempuan yang ingin membuka restoran dan sekolah masakan Indonesia di luar negeri tersebut. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*