Pulau-Tidung-Besar-IndonesiaJakarta, LiputanIslam.com — Pulau Seribu, merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 110 dengan keunikannya masing-masing. Memiliki alam yang indah, namun sejauh ini belum dikelola secara maksimal sebagai tempat tujuan wisata. Untuk itu, Bupati Kepulauan Seribu Tridjoko Sri Margianto telah menyiapkan konsep untuk membawa Kepulauan Seribu menuju destinasi wisata kelas dunia.

“Saat ini 10 persen wisatawan yang berkunjung berasal dari luar. Kebanyakan adalah backpacker. Kita mau Pulau Seribu jadi tempat wisata internasional dan mulai menyasar kelas menengah ke atas,” kata Tridjoko.

Hal itu ia ungkapkan saat mendampingi Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful yang datang mengunjungi Pulau Seribu, Jumat, 6 Februari 2015.

Tridjoko menegaskan bahwa potensi yang dimiliki, Pulau Seribu sudah seharusnya mulai membidik konsep wisata kelas dunia. Hanya masih ada keterbatasan dan kendal yang harus dihadapi. Misalnya keterbatasan sistem transportasi, ketersediaan listrik, air bersih, pengolahan limbah dan sampah.

“SDM dan kondisi masyarakat yang masih kurangnya memiliki kesadaran budaya dan wisata juga menjadi persoalan yang harus dihadapi,” tambahnya.

Untuk mengatasi kendala itu, Tridjoko akan melakukan pembangunan baik dari segi fisik maupun non fisik. Secara visi, pemerintah akan memperbaiki pembangunan yang telah berjalan. Tridjoko menilai banyak proyek pembangunan yang tidak tepat dan diselesaikan dengan baik.

“Misalnya pembangunan pujasera di Pulau Untung yang salah desain. Lapangan udara di Pulau Panjang yang vakum dan minus. Breakwater yang tidak tepat di pulau Karya. Jadi jangka pendek kita perbaiki itu,” papar Tridjoko.

Tridjoko menambahkan untuk fasilitas, akan membangun dermaga baru dan pembangkit listrik tenaga surya. untuk segi non fisik, pemerintah akan memberikan edukasi sadar wisata dan menyediakan SDM yang lebih berkualitas untuk mengelola wisata bahari di Pulau Seribu.

Selain itu, lapangan udara di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu sudah lama vakum. Trijoko mengatakan akan membenahi lapangan udara tersebut. Menurutnya, lapangan udara di Pulau Panjang vakum karena perencanaan pembangunan yang kurang tepat dan tidak matang. Selain itu SDM yang mengelola juga dinilai kurang kompeten dan tidak profesional. Krisis moneter juga jadi penyebab lain yang membuat bangkrutnya operasional.

“Nanti pengelolaannya kita serahkan ke swasta dengan sistem BTO (Built Transfer Operation). Jadi operasionalnya swasta yang mengurus. Swasta juga kita berikan hak kebebasan untuk pengembangan pulau di sekitar pulau Panjang,” jelasnya.

Tridjoko belum bisa memastikan kapan lapangan udara Pulau Panjang bisa beroperasi kembali. Saat ini, Tridjoko menambahkan, pembenahan lapangan udara masih dalam tahap penjajakan. Namun perbaikan akan dimulai tahun ini.

“Kita kan mau bawa Pulau Seribu jadi wisata internasional, jadi akses transportasi harus lebih mudah. Lapangan Udara Pulau panjang tahun ini belum bisa operasi tapi pasti akan kita benahi,” pungkas Tridjoko.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL