Sumber: kemenag.go.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof Oman Fathurahman mengatakan bahwa moderasi beragama harus menjadi perspektif atau cara pandang bersama. Menurutnya, moderasi beragama penting  adanya demi terjaganya kerukunan dan kedamaian bersama semua umat beragama.

Demikian hal itu disampaikan Oman pada acara yang bertajuk “Pembinaan Mahasiswa Buddhis Tingkat Nasional Tahun 2019” di Yogyakarta, pada Sabtu (17/05).

“Perspektif ini penting agar tercipta suasana rukun dan damai dalam kehidupan kampus khususnya, dan dalam kehidupan ber masyarakat pada umumnya,” ucapnya.

Oman menjelaskan bahwa untuk memahami moderasi beragama dengan baik, seseorang harus betul-betul memahami esensi setiap agama, yakni menjaga harkat dan derajat manusia, atau dengan kata lain untuk: memanusiakan manusia. Sikap dan tindakan ekstrem apapun yang berakibat pada penghancuran kehormatan sesama manusia pada dasarnya bertentangan dengan esensi agama, meski tindakan itu mengatasnamakan agama.

“Karenanya, mahasiswa Buddhis harus cerdas dan memahami dengan paripurna pokok ajaran agama dengan berbagai tafsir pemahamannya sekaligus. Pengetahuan atas esensi agama yang hakiki adalah benteng paling efektif dalam menangkal hoaks, atau eksploitasi agama untuk kepentingan yang destruktif,” katanya.

Baca: Menag: Moderasi Beragama Sebagai Strategi Pemajuan SDM Bangsa

Moderasi beragama juga dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku yang selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, berimbang,  dan tidak ekstrem dalam praktik beragama. Sikap moderat itu tidak ekstrem ke kanan ataupun ke kiri.

“Karenanya, setiap individu pemeluk agama, apapun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain, serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan. Esensi agama adalah untuk menjaga martabat manusia,” tambahnya. (aw/Kemenag).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*