tmallJakarta, LiputanIslam.com — Puluhan produk makanan minuman dan barang konsumsi siap memasuki pasar Tiongkok melalui Tmall.com, anak perusahaan penyedia jasa online terbesar di Tiongkok, Grup Alibaba.

Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy S Iswara mengatakan, keseluruhan produk tersebut, akan diseleksi terlebih dulu oleh pihak Tmall.com, yang bekerja sama dengan Indonesia Chamber of Commerce in China (Inacham), sebelum tampil di platform mereka.

Nantinya, tim manajemen Tmall memastikan apakah produk yang akan dipasarkan benar-benar makanan dan minuman khas Indonesia. Barang konsumsi pun juga harus khas Indonesia.

“Originalitas, keunikan, itu yang utama. Proses seleksi berkisar empat hingga lima bulan,” ungkap Dandy, Jumat (11/3/2016).

Produk sarang burung walet, kopi luwak, kudapan seperti biskuit, keripik singkong, sambal, dan kerupuk udang Sidoarjo, dan beberapa lainnya telah berhasil memasuki pasar Tiongkok melalui situs belanja daring milik Tiongkok tersebut.

Dandy menambahkan Tmall Global merupakan platform Business to Consumer (B2C) dari Grup Alibaba untuk produk yang belum memasuki pasar Tiongkok.

“Platform ini memberikan akses pengusaha Indonesia untuk dapat langsung menjual produknya langsung kepada konsumen di Tiongkok, tanpa melalui pihak importir atau distributor,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dandy, produk yang masuk Tiongkok melalui fasilitas itu tidak dibebani pengecekan costums clearance yang panjang, tidak perlu membayar bea masuk, dan tidak dikenakan VAT (batasan untuk nilai transaksi tertentu.

Pasar Tiongkok telah menjadi pasar e-commerce terbesar dunia dengan total transaksi sebesar USD287 triliun, melebihi Amerika Serikat yang mencapai USD263 triliun pada 2013.

Bahkan, lanjut Dandy, pada 2015 data penjualan ritel daring tercatat meningkat 33,3 persen dibandingkan 2014. Sedangkan untuk konsumen cross border e-commerce tercatat USD40 miliar pada 2015 dan diperkirakan meningkat hingga 50 persen pada 2016.

Ia mengemukakan daya beli masyarakat Tiongkok dari tahun ke tahun terus meningkat, didukung gaya hidup masyarakat setempat, yang lebih memilih produk makanan minuman impor, karena dianggap lebih berkualitas dan aman, terutama produk makanan serta minuman dari ASEAN. (ba/metrotvnews.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL