Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa para sarjana Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sumber daya atau aset berharga bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, sarjana NU memberikan semangat tambahan bagi dirinya untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Sore ini saya bersama para sarjana NU. Ini memberi tambahan kepada saya bahwa NU siap dengan sumber dayanya dalam rangka membawa Indonesia lebih maju,” ucapnya pada saat membuka Kongres II Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Jumat di Istana Negara Jakarta, Jumat (24/8).

Presiden menyatakan bahwa ISNU merupakan kolam pengetahuan bangsa. ISNU merupakan wadah berkumpulnya guru besar, doktor, magister, serta sarjana yang mempunyai wawasan agama dan kebangsaan yang kuat. Oleh karena itu, ISNU diharapkan berperan aktif memajukan bangsa di era industri canggih sekarang ini.

“Ini penting untuk menghadapi era industri 4.0 yang bergerak sangat cepat yang menurut Mckinsey Global Institute kecepatannya 3.000 kali lipat dibanding revolusi industri sebelumnya,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum ISNU, H Ali Masykur Musa mengatakan bahwa sarjana NU memiliki ilmu dan semangat nasionalisme yang tinggi. Menurutnya, para intelektual NU mendedikasikan pemikiran dan kemampuannya untuk membangun bangsa. “Kami dedikasikan ISNU untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar lebih maju, bemartabat, dan berperadaban,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*