Sumber: kompas.com

Mataram, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka kegiatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul (Munas dan Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (23/11). Munas dan Konbes NU ini mengangkat tema “Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”.

Kehadiran Presiden Jokowi disambut ribuan santri dari lima pondok pesantren NU seperti Ponpes Darul Hikmah, Darul Quran, Darul Fallah, Nurul Islam, dan Ponpes Al Halimi serta undangan dari berbagai daerah dengan total 5.000 orang. Pembacaan shalawat  dan merdunya lantunan ayat suci Al Quran mengawali acara tersebut.

Dalam pidato sambutannya, Jokowi menyampaikan harapannya agar kegiatan Munas dan Konbes berjalan dengan baik. Ia juga mengaku, menunggu rekomendasi dari berbagai persoalan yang nantinya akan ditindaklanjuti menjadi sebuah kebijakan pemerintah. Setidaknya ada 18 persoalan strategis bangsa yang akan dibahas dalam Munas dan Konbes NU 2017.

Salah satu rekomendasi yang ditunggu Presiden adalah persoalan radikalisme agama dan penguatan ekonomi rakyat. “Saya tunggu rekomendasi Munas dan Konbes untuk kami tindak lanjuti, terutama persoalan yang menyangkut pemerintah,” ujarnya.

Kemudian, Presiden Jokowi juga mengharapkan pandangan para ulama terkait dengan redistribusi aset. Menurutnya, hal itu penting agar kebijakan pemerintah sesuai dengan aturan agama dan hukum yang ada. “Karena ini bukan persoalan aset dan nominal kecil sehingga harus dipastikan adil dan sesuai aturan hukum,” tuturnya. (Ar/Kompas/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL