Sumber: antaranews.com

Rembang, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa prihatinnya atas banyaknya fitnah, ujaran kebencian, dan hoaks di media sosial (Medsos). Apalagi kalau fitnah-fitnah tersebut digunakan hanya untuk tujuan politik tertentu. Padahal menurut Presiden, dalam berpolitik itu ada tata krama, etika, dan adab.

Demikian itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara Sarang Berzikir Bersama Untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah (Jateng), seperti dilansir setkab.go.id, pada Sabtu (2/2).

“Itu tidak ada dalam nilai-nilai sopan santun kita berpolitik. Berpolitik itu ada tata kramanya,” ucapnya.

Menurutnya, sikap saling mencela dan menghina itu bertentangan dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, keramahan, sopan santun, dan adab. “Sekali lagi, itu (saling hina) bukan etika Indonesia, bukan tata krama Indonesia, bukan nilai-nilai Islam, bukan nilai-nilai yang beradab,” katanya.

Oleh karena itu, Presiden mengajak segenap masyarakat Indonesia agar pesta demokrasi (Pemilu) dijadikan momentum untuk terus menjaga persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa. Jangan sampai karena hal-hal kecil, seperti beda pilihan kita menjadi terpecah.

“Persaudaraan, ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah di dalam bangsa yang besar seperti Indonesia ini sangat sangat penting sekali. Jangan sampai karena hal-hal kecil, karena perbedaan pilihan, baik dalam pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, maupun pilihan presiden, kita ini seperti tidak saudara sebangsa dan setanah air,” ungkapnya. (aw/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*