Sumber: twitter.com @Dr_Moeloko

Sidoarjo, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa persatuan merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa kita. Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen bangsa untuk merawat persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Sebab, dengan tiga hal itu bangsa kita yang beragam ini bisa terus bersatu.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Staf Khusus Presiden Abdul Ghofar Rozin bersilaturahmi dengan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Kabupaten Sidoarjo, Jawa timur, pada Kamis (6/9).

“Kalau kita enggak rukun, enggak bersatu, bayangkan di Afghanistan itu 7 suku, 2 suku berantem enggak rampung-rampung 40 tahun sampai sekarang. Itu hanya 7 suku, bayangkan kita 714 suku,” ucapnya.

Presiden mengingatkan agar masyarakat bisa terus rukun meskipun berbeda pilihan politik. “Jangan sampai karena pilihan bupati, gubernur, presiden, kita jadi pecah gara-gara pesta demokrasi seperti ini. Pilihan berbeda enggak apa-apa, setelah itu rukun kembali,” katanya.

Menurutnya, kita harus bisa menerapkan sikap berprasangka baik dan berpikiran positif. Kita juga hendaknya lebih bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos). “Kalau kita melihat di media sosial, jangan sampai kita ini berprasangka tidak baik, gampang curiga, selalu berpikiran negatif ke orang. Kalau kita seperti itu akan jadi apa negara kita?” ucapnya.

Saatnya bangsa kita, lanjut Presiden, bangsa yang optimistis, percaya diri dan mampu bersaing dengan bangsa maju lainnya. “Nyatanya kemarin Asian Games dapat posisi keempat. Emasnya dapat 31, dulunya 4. Dulunya ranking 17 sekarang kan 4. Karena apa? Karena kerja keras. Kalau ingin maju ya jangan malas-malasan,” tegasnya. (ar/setkab).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*