Sumber: nu.or.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dalam empat tahun terakhir sejak tahun 2015, dana desa telah dikucurkan ke desa sebanyak Rp 187 triliun oleh pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta dana desa tersebut dalam penggunaannya harus tepat sasaran.

“Target dana desa adalah pemerataan. Aparatur desa harus fokus dalam pembangunan dari dana desa,” katanya pada acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Lingkup Regional Balai Pemerintahan Desa di Gedung Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Rabu (25/7).

Menurut Presiden target pemerataan tersebut bertujuan agar tidak ada ketimpangan antara desa dan kota. Presiden memberikan contoh penggunaan dana desa, misalnya untuk pembuatan jalan desa. “Harus tepat sasaran. Jangan dana desa itu diecer-ecer. Satu tahun fokus,” tegasnya.

“Sudah di situ saja, setahun pembangunan jalan desa (infrastruktur), jangan diecer-ecer karena hasilnya akan tidak jelas dan tidak terlihat. Lihat contohnya APBN, tahun ini fokus infrastruktur, tahun depan peningkatan SDM, jadi jelas,” lanjutnya.

Presiden juga menekankan dalam pemanfaatan dana desa harus tahu apa yang diperlukan di desa tersebut. Infrastruktur dalam bentuk jalan kampung, jalan desa, jalan produksi akses pertanian, perbaikan irigasi, atau untuk lahan lebih produktif.

“Saya hanya titip setelah desa mendapatkan anggaran dana desa agar beli barang-barang materialnya di desa itu dan maksimal lingkup kecamatan agar perputaran uangnya ada di situ. Misalnya, 1 sak semen di kota harganya 37 ribu, di desa 40 ribu, belinya ya yang di desa,” pesannya.

Sementara Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan awalnya fokus dana desa pada pembangunan infrastruktur karena masih ada 20.000 desa tertinggal yang masih membutuhkan infrastruktur untuk kebutuhan dasar dan pemberdayaan ekonomi.

“Impact-nya, penurunan kemiskinan. Angka kemiskinan di Indonesia sudah mencapai single digit yaitu 9,82 persen. Terjadi penurunan 1,8 juta,  1,2 jt jiwa di desa-desa. Bagi desa-desa yang sudah kuat infrastrukturnya, dana desa pakai untuk pemberdayaan ekonomi, misalnya perbesar BUMDesnya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta penggunaan dana desa untuk dipercepat. Hal itu karena akan meningkatkan ekonomi desa tersebut. “Baru dua per tiga dari kabupaten yang sudah menyalurkan dana desanya, mohon dipercepat,” tegasnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*