Sumber: fakta.news

Sukoharjo, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan dan keberagaman yang di miliki oleh bangsa Indonesia adalah sunnatullah. Perbedaan telah menjadi hukum dan kehendak Allah kepada bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, Presiden mengingatkan, jangan sampai hanya karena perbedaan kita menjadi terpecah.

Demikian hal itu disampaikan Presiden Jokowi pada acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan Tahun 2019, di Gedung Olahraga (GOR) Pandawa, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), seperti dilansir setkab.go.id, pada Kamis (4/4).

“Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak seperti Saudara lagi. Sekali lagi ini sudah sunatullah, sudah menjadi hukum Allah kepada kita bangsa Indonesia, berbeda-beda,” ucapnya.

Menurutnya, meski ada pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota, ukhuwah islamiyah tetaplah harus dijaga. Tujuannya agar kehidupan dalam berbangsa dan bernegara itu bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari. “Bisa menjaga ukhuwah islamiyah kita, bisa menjaga ukhuwah wathaniyah kita, dan lebih jauh lagi bisa menjaga ukhuwah insaniyah kita dan ukhuwah basyariyah kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan harus kita jaga bersama. “Negara kita ini adalah negara besar, negara besar. Penduduk Indonesia sekarang sudah 269 juta. Yang hidup di 17.000 pulau,” katanya. (aw/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*