Sumber: laraspostonline.com

Bogor, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat agar hati-hati dengan banyaknya berita bohong yang tersebar di media sosial (medsos) dan rumah-rumah. Apalagi menurutnya suasana politik saat ini sedang panas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) April mendatang.

“Saya hanya titip hati-hati politik itu kadang-kadang seperti itu,” katanya saat memberikan sambutan pada penyerahan 5.000 sertifikat hak atas tanah di Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/3) siang.

Bahkan Presiden mengaku, dirinya juga kerap diterpa kabar bohong atau hoaks. Seperti adzan akan dihilangkan, perkawinan sejenis akan dilegalkan, dan pendidikan agama dihapus. Presiden menegaskan, semua itu tidak benar.

“Loh, loh, loh, loh, loh sampai ke mana-mana ini. Siapapun presidennya tidak mungkin berani melakukan itu. Percaya siapapun presidennya karena Indonesia ini negara dengan norma-norma agama yang kuatdan norma etika dan tata krama yang kuat. Enggak mungkin masak perkawinan sejenis dilegalkan, azan dilarang, agama dihapus,” tegasnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak agar berpolitik dengan etika, berpolitik yang penuh dengan tata karma. “Ini bisa memecah kita. Ingat di negara kita adalah negara yang penduduk muslim terbesar di dunia 269 juta. Kita harus paham kita ini berbeda. Kita ada beragam suku bangsa,” ungkapnya. (aw/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*