Sumber: nu.or.id

Serang, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia khususnya umat Islam untuk meneladani dan meneruskan perjuangan Syeikh Nawawi Al-Banteni untuk bangsa dan negara ini. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Haul ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Banteni di Pesantren An Nawawi Tanara di Serang, Banten, seperti dilansir nu.or.id, pada Minggu (23/7).

“Di perhelatan haul, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam untuk meneladani dan meneruskan perjuangan Syekh Nawawi Al-Banteni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” seru Presiden Jokowi.

ia menjelaskan, sepanjang sejarah bangsa kita, ada tiga ulama yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah. Satu di antaranya ulama kelahiran Serang, Syekh Nawawi Al-Banteni yang hidup di abad ke-19 ini. Menurut presiden, Syekh Nawawi adalah seorang ulama sekaligus intelektual. Ia mewariskan lebih dari 100 buku karyanya dalam berbagai disiplin ilmu, dari ilmu tafsir, ilmu kalam, tauhid, hadits, dan lain-lain.

Presiden menambahkan, perjuangan Syekh Nawawi untuk bangsa ini terus berlanjut lewat murid-muridnya. “Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama besar dan berjuang untuk bangsa ini. Di antaranya adalah pendiri Nahdlatul Ulama KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Achmad Dahlan,” ungkapnya.

Sementara, Pengurus MUI Pusat KH Cholil Nafis menyampaikan, bahwa Syekh Nawawi al Jawi al-Banteni itu adalah ulama besar. Ia merupakan Imam Masjidil Haram, Sayyid Ulama Hijaz, al ‘Allamah al Fahhamah ad Daqqiq wal Muahhaqiq, Ulama terkemuka pada abad XIV Hijriyah, serta predikat mulia lainnya.

Syekh Nawawi juga tergolong ulama yang produktif. Karangan kitabnya dalam bahasa Arab lebih dari 115 kitab. Menurut hasil penelitian Martin Van Brunissen, seorang peneliti Indonesianis asal Belanda bahwa dari 46 pesantren terkemuka di Indonesia sebanyak 42 pesantren mengajarkan kitab-kitab Syekh Nawawi.

Beberapa tokoh dan pendiri pesantren yang menjadi murid Syekh Nawawi ialah Syekh Ahmad Khotib al Minangkabawi (1860-1916), Syekh Mahfudz Termas (1868-1820), Syekh Kholil Bangkalan dan Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari (1875-1947 M) pendiri NU, dan Kiai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) pendiri Muhammadiyah. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL