Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa isu yang berkembang di media sosial (medsos) yang menyebutkan bahwa kantor KPU Sumatera Selatan (Sumsel) terbakar adalah hoaks. Dedi mengaku, pihaknya sudah turun ke lapangan dan memastikan tidak ada kebakaran.

“Yang jelas kabid humas sudah meluncur ke sana bersama KPU. Mereka menginformasikan, berita tersebut dipastikan hoaks,” ujarnya di Jakarta, pada Rabu (24/4).

Kabar terbakarnya Kantor KPU Sumsel sempat viral di medsos. Dedi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Bahkan siapapun yang memproduksi dan menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran maka dapat dikenai pidana.

“Informasi hoaks bisa membuat gaduh masyarakat dan pelaku itu bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegasnya.

Sebelumnya, Dedi juga menjelaskan soal viralnya video pembakaran kotak dan surat suara di Distrik Tingginambut, Papua. Menurutnya, yang dibakar merupakan sisa-sisa logistik pemilu yang tidak terpakai. Langkah itu diambil KPU distrik agar logistik pemilu tidak disalahgunakan oleh sekelompok orang.

Di beberapa daerah di Papua, lanjut dia, menggunakan sistem noken pada pemilu 2019 ini. Sehingga, banyak logistik pemilu yang tidak dipakai pada saat 17 April kemarin. “Cukup banyak yang dimusnahkan,” terangnya. (aw/liputan6/tirto).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*