Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Bidang Hubungan Internasional Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Romzi Ahmad mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya kepada Suriah. Menurutnya, jangan sampai Suriah menjadi battlefield atau medan perang baru. Hal itu disampaikan Romzi di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (18/4).

Romzi mengutuk keras serangan teerhadap Suriah yang dilakukan Amerika dan sekutunya seperti Inggris, Prancis dan Australia. Konflik di Suriah juga harus dihentikan dengan cara damai. “Segala upaya perdamaian harus dilakukan dengan cara yang santun dan bermartabat, tanpa kekerasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan serangan di jantung ibukota Damaskus juga mengancam keselamatan saudara kita masyarakat Indonesia yang sedang belajar di beberapa universitas di sana. “Kami berharap kepada pemerintah RI dengan dukungan dari PBNU dan ormas Islam lainnya membantu upaya perdamaian di Suriah,” harapnya.

“kami berharap masyarakat Indonesia juga tidak terlibat konflik yang kita sendiri tidak benar-benar tahu apa yang terjadi di Suriah,” ucapnya.

Romzi juga menyerukan kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat internasional agar mengecam keras serangan terhadap Suriah tersebut. “Atas nama kemanusiaan, dan ukhuwah islamiah, tanpa pandang mazhab, sudah selayaknya kita mengecam serangan ini. Dan mengkampanyekan penolakan terhadap serangan ini di sosial media,” pungkasnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL