M Fachri

M Fachri, foto: Panjimas

Jakarta, LiputanIslam.com – Website Al-Mustaqbal yang beralamat di www. Al-mustaqbal.net akhirnya ditutup setelah pasukan gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Polda Metro Jaya membekuk M Fachri, pemilik sekaligus pemimpin redaksi situs radikal tersebut.

Seperti diketahui, Al-Mustaqbal merupakan situs pendukung kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang secara konsisten menyebarkan ajakan untuk bergabung bersama ISIS.

Dari pantauan Liputan Islam, M Fachri kerap menuliskan artikel-artikel yang dirilis, dan juga menjadi narasumber dalam acara-acara baiat/ deklarasi kepada ISIS yang diadakan di berbagai kota di Indonesia.

Menurut laporan Merdeka, M Fachri diduga pelaku yang membuat dan mengunggah ‘Video Pelatihan Anak Oleh ISIS’ yang disebar via Youtube.

“MF diduga terlibat sebagai pelaksana dalam pembinaan, pengarahan, dan perekrutan simpatisan ISIS untuk berangkat ke Irak dan Suriah baik secara langsung dan melalui internet,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul dalam keterangan persnya, Minggu, 22 Maret 2015.

Tak hanya bertugas melakukan perekrutan, pembinaan hingga pengiriman warga negara Indonesia untuk bergabung dengan ISIS. Pelaku juga diduga terlibat langsung dalam penyaluran dana untuk sukarelawan ISIS di Indonesia.

“Pengumpulan serta penyaluran dana untuk kegiatan sukarelawan ISIS di Indonesia untuk berangkat ke Irak dan Suriah,” lanjut Martinus.

M Fachri ditangkap di rumahnya, Kelurahan Bakti Jaya, Tangerang Selatan. Di rumah itu, pelaku tinggal bersama satu istri dan kelima anaknya.

“Penggeledahan dilakukan oleh Tim Densus 88 sebanyak 30 personel pimpinan Kombes Pol Ibnu, gabungan anggota Polres Kota Tangerang dan Polsek Cisauk sebanyak 64 personel,” tandasnya.

Reaksi Situs Radikal Lainnya atas Penangkapan M Fachri

Situs-situs radikal pendukung kelompok teroris terbilang masih banyak yang tetap eksis. Salah satunya adalah Panjimas, yang beralamat di www.panjimas.com. Mengetahui ‘rekan seperjuangannya’ ditangkap aparat, Panjimas bereaksi keras.

Dalam beberapa berita yang dirilis, Panjimas mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Menurut media takfiri ini, para pelaku yang ditangkap tidak melakukan pelanggaran hukum.

Akankah aparat berwenang juga akan menutup/ memblokir situs Panjimas yang secara terang-terangan juga turut menyebarkan ideologi, propaganda dan ajakan untuk bergabung dengan ISIS? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*