Sumber: nu.or.id

Pemalang, LiputanIslam.com– Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor),  KH Wahid Jumali (Gus Wahid) ikut menanggapi atas banyaknya kasus kekerasan atas nama agama belakangan ini. Menurutnya,  ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya sikap intoleran dan kekerasan atas nama agama. Yakni seperti pemahaman yang ekslusif, merasa paling benar sendiri, dan disharmonisasi di tengah masyarakat akibat kesenjangan sosial.

Hal itu disampaikan Gus Wahid pada Forum Halaqah Kebangsaan yang bertema “Peran dan Upaya NU serta Pesantren dalam menangkal Politisasi Agama dan Sikap Intoleran” yang diadakan Al-Khidmah Institute bersama Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Senin (30/4).

“Tidak sedikit, hanya karena perbedaan pandangan dalam memahami teks agama aksi diskriminasi, persekusi, maupun penghujatan terhadap orang lain terjadi,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa untuk memulai mengikis potensi dan aksi intoleran, seharusnya forum dialog, tabayun, dan saling menghormati sesama pemeluk Agama,  sebangsa, maupun sesama manusia di bumi ini harus bisa lebih dikedepankan. “Saling menyadari bahwa silang pendapat dan perbedaan sejatinya sudah menjadi sunnatullah (ketetapan) Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Semestinya perbedaan yang ada menjadi sebuah kekuatan dalam memupuk kebersamaan bukan malah menjadi pemisah dan perseteruan. “Apalagi NKRI ini terbangun dari semangat Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Gus Wahid. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL