Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Kasepuhan Qasrul Arifin Atas Angin Kampung Syarok, Ciamis, KH Irfa’i Nachrowi An-Naqsyabandi berpesan kepada Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW). Seperti dilansir NU Online Jakarta pada Senin (26/2), berikut isi pesannya.

Majelis Dzikir Hubbul Wathon adalah anugerah Allah dari alam tertinggi, laksana bejana emas yang menampung mutiara-mutiara pilihan dari tokoh-tokoh agama atau para ulama dan pemimpin-pemimpin bangsa atau umara, yang memiliki komitmen untuk menjaga kedaulatan NKRI dan keutuhan bangsa demi terwujudnya negeri aman, damai, dan sejahtera dalam naungan kasih sayang Tuhan Penguasa Alam Semesta, Allah SWT (baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur).

Di sinilah berdiri dewan khas; para kiai dan kasepuhan, dengan dzikir, istighotsah dan doanya untuk mengalirkan air kehidupan dan kedigdayaan dari samudera sifat Rahman dan Rahim Allah yang Maha Agung untuk menghapus dahaga, menyiram dada setiap anak bangsa dan membasahi bumi pertiwi yang tercinta. Juga sebagai penawar racun kehidupan dalam bahayanya fitnah zaman now, sehingga dengan air berkah ini setiap komponen anak bangsa akan memiliki semangat untuk menjaga kedaulatan NKRI dan keutuhan bangsa sehingga memiliki semangat kemajuan untuk menjadi pemenang dalam peradaban dunia, dan juga memiliki ketabahan dan lapang dada (sabar) dan kedewasaan dalam prinsip yang tegas sehingga tidak mudah terbakar, dipermainkan (dikerjain) oleh kaki tangan kaum kolonialis yang akan merusak dan menjajah negeri kita ini.

Dalam Majelis Dzikir Hubbul Wathon ini juga berdiri tokoh-tokoh agama dari kalangan para ulama dan juga pemimpin-pemimpin dari kalangan umara.  Ulama dan umara bersatu dan bersinergi untuk memadu daya dan kekuatan, menyatukan visi dan misi untuk merumuskan langkah-langkah yang pasti dan strategi yang baik, benar dan tepat, untuk mengatasi segala permasalahan bangsa dan mengambil solusi demi terwujudnya tujuan dan cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara, menjaga kedaulatan NKRI, menjaga keutuhan bangsa dalam bhineka, mewujudkan pribadi yang santun, kehidupan masyarakat yang toleran, saling bahu-membahu, hormat-menghormati, berbagi kasih sayang demi terwujudnya negeri yang maju, adil dan makmur, toto-titi-tentrem-kertoraharjo.

Konstruksi hasil rumusan ulama dan umara ini akan menjadi wahana, media atau talang emas untuk menyiram air kehidupan dan kadigdayan dari samudera sifat Rahman dan Rahim Allah di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara, menembus dada setiap pribadi umat (anak bangsa) membasahi setiap jengkal bumi pertiwi dalam bingkai NKRI yang berfalsafah Pancasila dengan UUD45 didalam Bhinneka Tunggal Ika.

Kepada Ketua Umum Pengurus Besar MDHW KH Musthofa Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal MDHW Hery Haryanto Azumi, ambillah mustika berkah dari dewan khas dan mustika kebesaran yang dihasilkan dari ulama dan umara, sebagai i’dad dan isti’dad atau senjata dalam melaksanakan tugas mulia dalam jihad akbar dan siapkan kebijakan dan ketegasanmu untuk memimpin barisan, untuk mengibarkan panji rahmatan lil ‘alamin di setiap titik negeri untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan terwujudnya NKRI dan tercapainya tujuan dan cita kehidupan berbangsa dan bernegara.

Allahummahdina sirothol mustaqim sirotolladhina an’amta alaihim ghoiril maghdhubi alaihim wa ladlolliin…  Amin. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*