Jumaadi (kiri)/Jawapos

Jumaadi (kiri)/Jawapos

Sidoarjo, LiputanIslam.com – Jumaadi mungkin boleh saja kurang dikenal di dalam negeri. Namun, namanya berkibar di luar negeri seperti di negeri kangguru, Australia. Jumaadi telah mengeluti seni rupa selama hampir 20 tahun lamanya. Ia kerap kali mengadakan pameran di luar negeri baik dalam bentuk pameran tunggal maupun pameran bersama.

Pria asal Dusun Pecantingan, Sekardangan, Sidoarjo ini bahkan kini memiliki istri warga negara Australia. Meskipun telah cukup lama menerap di Sydney, namun ia tetap selalu kangen dengan rumah. Untuk itulah setiap tahun ia kembali ke Sidoarjo bersama istrinya. Selain untuk mengunjungi orang tuanya juga sebagai media Jumaadi melepas rindu pada Rumah Budya Pecantingan yang dibuat Jumaadi sebagai tempat training, workshop, dan apresiasi seni bagi seniman Sidoarjo seperti dilansir dari jawapos.com.

Lulusan Master dari National Art School Sydney ini ditunjuk oleh Australia sebagai perwakilan negeri kangguru itu untuk mengikuti pameran seni Moscow Biennale 2015 di Rusia. Pada tahun 2012 dalam even yang sama Jumaadi pernah menampilkan beberapa karya seninya seperti tarian, puisi, patung, hingga lukisannya.

Kendati berbasis seni rupa, karya Jumaadi selalu melibatkan seni lain. Dalam satu pertunjukan, dia sendiri yang menyutradarai, mengaransemen lagu, membuat tokoh, hingga mendekorasi berupa lukisan. ’’Ada asisten yang membantu memang, tapi semua ide dan konsep ada di saya,’’ ucapnya.

Biasanya, tambah dia, dalam satu pertunjukan, ada hampir seratus karya yang dibuat untuk dipamerkan. Misalnya, lukisan, sketsa, puisi, lagu, patung, dan tokoh wayang.

Meski ada banyak tetek-bengek yang harus disiapkan untuk sekali pertunjukan, Jumaadi tidak pernah merasa kesulitan. Seabrek karya yang harus disiapkan malah menjadi tantangan tersendiri baginya. Terlebih, saat ini dia menargetkan minimal tiga kali setahun dirinya mengadakan pameran. ’’Target itu saya buat tiga tahun lalu. Dan, dua tahun terakhir selalu tercapai,’’ ujar Jumaadi.

Kendati tinggal di luar negeri, seni Jumaadi memang tetap bernapas Indonesia. Sebagian besar karya Jumaadi mengisahkan masyarakat Indonesia. Yang terakhir, Desember 2014, Jumaadi mengadakan pameran seni rupa di Amerika Serikat. Di Halsey Institute of Contemporary Art, South Carolina, dia menggelar pertunjukan wayang suket bertema Forgive Me Not to Miss You. ’’Saya mengenalkan shadow art atau seni bayang-bayang yang memang menjadi salah satu ciri khas kesenian Jawa,’’ pungkas Jumaadi. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL