hari-taniJakarta, LiputanIslam.com– Berbagai ormas tani, masyarakat adat, buruh dan mahasiswa menggelar aksi turun ke jalan untuk memperingati Hari Tani Nasional pada Selasa (27/09/16). Aksi ini dimulai dengan berjalan kaki dari  halaman Masjid Istiqlal sampai ke depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Aksi ini bertujuan untuk mendorong reforma agraria sejati dan kedaulatan pangan serta meminta pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk lebih memperhatikan nasib para petani Indonesia. Mereka juga menagih janji Jokowi dan Jusuf Kalla ketika kampanye dulu yaitu menciptakan sembilan juta hektar lahan pertanian.

“Kita hari ini, di sini melakukan demo, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kala telah berjanji ingin memberikan tanah untuk kami yang tidak memiliki tanah sebanyak sembilan juta hektar,” ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih.

Henry mengungkapkan selama pemerintah Jokowi dalam dua tahun terakhir lahan pertanian terus berkurang.

“Tapi malah dirampas hak kami. Tanah kita diambil oleh perusahaan-perusahaan besar, dan hasil produksi kita pun dijual dengan harga murah, kita merugi,” kata dia.

Henry mengatakan saat ini hampir seluruh petani di berbagai daerah tidak memiliki tanah karena telah dialihfungsikan oleh perusahaan-perusahaan besar.

“Saya seorang petani, dulu tanah saya ada satu hektar, tapi sekarang telah dimiliki oleh perusahaan perkebunan,” kata Awir (30), petani asal Melimping, Banten.

Sejauh ini, aksi unjuk rasa berlangsung damai. Demonstrasi mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. (ra/suara)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL