Sumber: netralnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), HA. Helmy Faishal Zaini mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing, dan tidak terprovokasi terhadap aksi kekerasan yang dilakukan pria bernama Suliyono di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (11/2) pagi.

“Mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi. Kita harus selalu menghormati dan memercayakan proses hukum pada aparat penegak hukum,” ujar Helmy, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Minggu (11/2).

Berikut pernyataan sikap PBNU yang disampaikan oleh Helmy Faishal Zaini:

  1. Mengutuk dan mengecam tindakan penyerangan yang melukai Pastur dan jemaah gereja. Tindakan penyerangan dan juga kekerasan, bukanlah bagian dari ajaran agama dan keyakinan apapun. Islam mengecam tindakan kekerasan. Apalagi jika hal tersebut dilakukan di dalam rumah-rumah ibadah. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Ibnu Abbas mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW setiap kali mengutus bala tentaranya, maka beliau berpesan:Berangkatlah dengan Nama Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah. Dan janganlah kalian curang, jangan mencuri harta rampasan, dan jangan membunuh orang-orang yang berada di dalam gereja.” (HR. Ahmad, At-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Bizar, dan Ibnu Abi Syaibah dan lainnya)
  2. Mengapresiasi langkah sigap aparat kepolisian yang segera bertindak dan meringkus pelaku penyerangan. Kami mendorong aparat untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan tersebut. Aparat harus mengusut tuntas sekaligus mengungkap apa motif yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.
  3. Mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi. Kita harus selalu menghormati dan memercayakan proses hukum pada aparat penegak hukum.
  4. Mendorong tokoh dan pemuka agama untuk menyampaikan pentingnya tenggang rasa, tepo sliro, dan toleran terhadap sesama. Utamanya mendorong untuk menghargai perbedaan.

Sebagaimana telah diberitakan, pada Minggu 11 Februari 2018 pagi terjadi penyerangan oleh pelaku bersenjata tajam bernama Suliyono, warga Banyuwangi kepada Romo Edmund Prier SJ beserta Jemaatnya dan seorang polisi di Gereja St. Lidwina Bedog Desa Trihanggo Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

sebelumnya kekerasan juga terjadi pada KH Umar Basri, tokoh NU dan Pengasuh Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Bandung Jawa Barat pada 27 Januari 2018 dan Komandan Brigade PP PERSIS HR Prawoto di Blok Sawah Kelurahan Cigondewah Kaler Kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 1 Februari 2018. Juga terjadi terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang Banten pada 7 Februari 2018. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*