Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Guru Besar Ilmu Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Amin Abdullah  menyampaikan akan pentingnya toleransi antar umat beragama. Menurutnya, toleransi aktif dan sikap yang partisipatif merupakan dua hal yang penting dilakukan dalam mengantisipasi perpecahan atas nama agama.

“Terlibat aktif untuk lita’arafu, tidak malas, karena sekarang yang ada adalah kecenderungan menghakimi orang lain,” ujarnya saat mengisi Lokakarya Nasional Pengarusutamaan Moderasi Beragama Sebagai Implementasi Resolusi Dewan HAM PBB 16/18 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (28/7).

Kemudian selain dua hal itu, moderasi beragama juga harus terus diupayakan agar peran agama lebih moderat dalam kehidupan masyarakat. Amin menyebutkan ada tiga sikap dalam agama-agama dunia, yaitu ekslusif, inklusif, dan pluralis.

“Seluruh dunia masih berbicara tentang tiga hal itu. Bukan sikap teologis, namun sosialnya,” ujarnya.

Amin mengakui bahwa umat beragama harus berpegang teguh kepada agama yang dianutnya. Keteguhan pada agama bisa menguji keimanan penganut agama secara sosial dan budaya. “Bahasa agama adalah bahasa manusia,” katanya.

“Kalau kita ngomong apa enak didengar oleh orang lain. Maka perlu adanya empati dan simpati, sikap saling percaya, respon sosial,” tambah Amin. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*