Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin menyampaikan akan pentingnya pemahaman agama dan wawasan kebangsaan dalam dunia politik. Menurutnya, kurangnya pemahaman agama dan minimnya wawasan kebangsaan sering kali memunculkan konflik politik berbau agama.

Hal itu disampaikan Kiai Ishom saat mengisi materi dalam Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) II yang digelar Lakpesdam PBNU di Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (26/7).

Menurutnya, kurang baiknya pemahaman akan agama mengakibatkan agama sering disalahgunakan untuk meraih kekuasaan dalam percaturan politik praktis. Dampak nyata dari penyalahgunaan agama dalam kampanye politik ialah konflik horisontal dan perpecahan bangsa.

Kiai Ishom mengatakan bahwa paham agama dan luasnya wawasan kebangsaan merupakan dua syarat agar terhindar dari konflik politik. “Di negara ini mau shalat sampai jidat hitam, bebas. Kalau politik kita bisa seperti itu, kita bebas dari konflik. Ada dua syarat, yaitu ngerti agama dan wawasan kebangsaan,” ungkapnya.

Tanda orang berilmu itu, lanjutnya, maka dia menjadi manusia bijaksana dan sedikit mengingkari orang yang berbeda dengannya. “Di tangan orang yang tidak bijak, persoalan khilafiyah jadi membesar,” katanya.

“Bukan politik yang penuh dengan kampanye-kampanye hitam,” ucapnya kembali mengingatkan akan pentingnya mengerti agama dan wawasan kebangsaan. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*