dok.LiveOlive

dok.LiveOlive

LiputanIslam.com – Masih banyak orang yang beranggapan bahwa menabung di bank akan cukup aman. Namun ternyata dengan menabug di bank artinya nilai uang akan semakin berkurang seiring dengan waktunya berjalan. Memang aman, namun nilainya tetap berkurang. Inilah salah satu hal mengapa banyak pekerja yang merasa sudah hidup hemat dan bekerja keras namun tidak dapat menghasilkan apa-apa dari kerja kerasnya.

Musuh utama tabungan para pekerja adalah inflasi. Kenaikan harga barang dan jasa yang tidak dapat dihindari dan memangkas daya beli masyarakat. Setiap tahun bahkan biasanya setiap lebaran harga-harga cenderung naik dan sulit untuk kembali ke posisi semula. Namun karena sudah tradisi, kenaikan tersebut dianggap wajar oleh sebagian kalangan.

Menabung di bank dengan bunga rendah tak akan dapat menahan serangan inflasi yang berkisar antara 4,5 % pertahun. Perbedaan 4 % itulah yang membuat nilai uang semakin menurun meskipun sudah disimpan dan dijamin oleh bank dengan aman.

Menurut pebisnis handal Warren Buffet mengatakan bahwa “Karena tingkat inflasi, uang tunai pada dasarnya menjamin kerugian nilai dalam jumlah besar seiring berjalannya waktu.” seperti dilansir dari liveolive.com.

Sebagai illustrasi jika anda membeli barang seharga Rp 500 ribu pada tahun 2005 maka harga barang tersebut akan naik pada tahun 2018 menjadi Rp 845 ribu. Peningkatan harga tersebut jelas dihitung berdasarkan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Sementara bunga bank paling tinggi hanya sekitar 2.5 %. Artinya tidak akan ada kenaikan signifikan jika menyimpan uang dalam bentuk tunai di bank.

Ada baiknya mereka yang telah memiliki dana darurat untuk 6 bulan mendatang dan sudah memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengalihkan tabungannya dalam bentuk investasi seperti deposito berjangka, properti atau saham. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL