Jakarta, LiputanIslam.com– Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana pada Kamis (09/03/2017). Pengamat Politik Arie Sudjito menilai, pertemuan tersebut hanya pertemuan simbolik untuk meredakan ketegangan politik akhir-akhir ini.

“Ini hanya pertemuan level simbolik yang hanya menjawab teka-teki di publik yang selama ada ketengangan. Bahwa secara simbolik sudah cair gitu,” kata Arie.

Menurut Arie, selama ini publik menganggap kedua tokoh tersebut terlibat ketegangan. Hal tersebut ditunjukan dengan kebiasaan SBY yang sering mencuit di media sosial yang konon cenderung menyerang Jokowi.

“Selama ini terjadi ketegangan politik di antara mereka karena ada berbagai manuver yang selama ini dianggap terjadi dan SBY yang sering mencuit di sosial media yang itu konon lebih cenderung menyerang jokowi. Tentu dengan pertemuan tadi tentu tensinya akan turun,” tambahnya.

Arie menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sekaligus menjalin sinyal positif komunikasi antara kedua negarawan tersebut.

“Itu hanya untuk sinyal positif dalam membangung komunikasi ini sementara. Secara simbolik kalau itu bisa dikapitalisasi untuk kerja-kerja politik yang real, ya kita lihat misalnya dalam pilkada, pembangunan dan macam-macam,” tandasnya.

Sebelumnya, pertemuan antara Jokowi dengan SBY membahas sejumlah hal dibicarakan keduanya, mulai kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi hingga penyelenggaraan IORA. Pertemuan ini juga sekaligus sebagai ajang tabayun, sehingga segala permasalahan bangsa dapat terselesaikan. (ra/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL