Sumber: cnbcindonesia.com

Jakarta, Liputanislam.com– Pengamat Timur Tengah (Timteng), Sarah Hajar Mahmudah mengatakan bahwa resminya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat peran diplomasi Indonesia akan lebih besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. Hal tersebut selaras dengan amanat UUD 1945, yakni dengan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Apalagi Indonesia sendiri menganut politik luar negeri bebas aktif.

“Dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, di mana Indonesia tidak masuk dalam setiap blok kekuatan dunia, bebas menjalin kerja sama dengan negara manapun dan aktif dalam setiap upaya mewujudkan perdamaian di dunia, menjadikan posisi Indonesia netral dari setiap kepentingan negara-negara super power yang terlibat konflik,” ucapnya di Jakarta, pada Senin (7/1).

Sebagai negara muslim terbesar dunia, Indonesia memiliki posisi yang cukup signifikan di tengah banyaknya konflik yang terjadi di dunia Islam khususnya kawasan Timur Tengah. “Maka Indonesia mempunyai peranan besar untuk diplomasi perdamaian khususnya di konflik dunia Islam. Indonesia sendiri dengan sangat tegas sejak dulu terus mendukung perdamaian dalam konflik Palestina,” katanya.

Namun begitu, lanjut dia, usaha negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dalam upaya perdamaian seringkali terhalang oleh kebijakan hak veto yang ada dimiliki lima anggota tetap dewan keamanan PBB. “Karena ketika salah satu negara menggunakan hak veto dalam sebuah keputusan dewan keamanan, maka keputusan tersebut tidak bisa direalisasikan,” ujarnya.

Adapun lima anggota tetap dewan keamanan tersebut, yakni Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Perancis. Menurut Sarah Hajar Mahmudah, kelima negara itu memiliki kepentingan dalam banyak konflik yang terjadi di dunia. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*