Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Tantan Hermansyah mengatakan bahwa buletin Jumat yang tersebar di masjid-masjid patut diwaspadai. Sebab, konten di dalamnya  ‘tidak bebas nilai’; artinya, buletin tersebut memiliki sejumlah tujuan yang beragam di antaranya adalah memasukkan paham-paham ideologi radikal.

“Hal itu dibuktikan dengan buletin Jumat yang diterbitkan Hizbut Tahrir Indonesia yang sebelumnya bernama AlIslam dan saat ini berganti nama menjadi Kaffah, masih tersebar luas di masjid-masjid dengan nuansa narasi yang sama,” ucapnya di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (19/3).

Berdasarkan survei, dari seratus masjid yang tersebar di lima kota penyangga di Pulau Jawa yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Gresik, 37 persen di antaranya telah menerima dan menyebarkan Buletin Jumat. “Meskipun hanya 37 persen namun yang paling masif penyebarannya adalah Buletin Kaffah,” ujarnya.

Penelitian dibagi dua kategori Buletin, yakni Kaffah dan non-Kaffah. Hal itu didasari dari penemuan sebanyak 44 edisi buletin non-kaffah tidak selalu ada dalam setiap kota, namun Buletin Kaffah selalu ditemukan pada setiap kota dan mudah ditemukan di media online.

Konten buletin Kaffah secara umum membahas tentang hasrat membangun kembali negara dan masyarakat melalui dasar-dasar ajaran Islam. Setelah diteliti, dari 70 edisi Buletin Kaffah 100 persen bermuatan paham radikal. Sedangkan Buletin non-Kaffah yang ditemukan secara fisik terdapat 84,09 persen bermuatan non-radikal dan sisanya 15,91 persen memiliki konten radikal.

“Meskipun jumlahnya kecil juga cukup mengkhawatirkan,” tandasnya.

Oleh karena itu, Tantan mengingatkan bahwa hal ini harus diantisipasi oleh semua pihak. “Saya kira hal ini harus diantisipasi dengan menyediakan buletin yang ramah untuk disebarkan ke masyarakat sebelum dimanfaatkan oleh mereka,” pungkasnya. (aw/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*