Adnan Anwar (kiri). Sumber: Tribunnews.com

Jakarta,LiputanIslam.com—Peneliti dari Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Adnan Anwar menilai Islam Indonesia  telah menginspirasi dunia internasional dalam membangun hubungan antar umat beragama dan hubungan antara agama dengan negara. Islam moderat Indonesia terbukti mampu membangun konstruksi antaragama dalam perspektif Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan Negara Islam meskipun mayoritas 80 persen penduduknya beragama Islam.

“Kemampuan Indonesia untuk membangun suatu sistem solidaritas antaragama dan suatu sistem perlindungan terhadap minoritas sehingga duduk bersama dan bisa berdialog itu jarang terjadi,” ungkap Adnan di Jakarta seperti dilansir Antara, pada hari Kamis (9/03).

Adnan Anwar yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris PBNU menilai bahwa fakta itulah yang membuat banyak negara internasional terinspirasi dan ingin belajar  Islam moderat  dari Indonesia untuk membangun perdamaian di negaranya masing-masing.

Adnan juga mencontohkan, belakangan ini di setiap forum pertemuan  internasional ulama, baik yang diselenggarakan NU atau lembaga lain, hampir seluruh perwakilan negara Timur Tengah dan Eropa selalu hadir. “Itu menunjukkan bahwa Indonesia ini luar biasa. Sesuatu yang menurut mereka menarik untuk dipelajari,” ujarnya.

Bahkan ia mengungkapkan, atas banyak permintaan  negara Timur Tengah, NU sudah membuka cabang di beberapa negara seperti Afghanistan, India, dan Pakistan, juga di beberapa negara di Afrika Utara. Ini fakta bahwa mereka ingin meniru Indonesia dalam memelihara kerukunan dan kedamaian hidup bernegara.

Menurut Adnan, Indonesia dengan keberagaman yang dimiliki sudah mempraktikan diri sebagai negara Darussalam atau negara yang aman dan itu menjadi modal untuk membangun peradaban.

“Indonesia ini kan sudah mempraktikkan diri sebagai negara Darussalam, negara yang aman. Nah negara yang aman ini menjadi modal untuk membangun peradaban. Bagaimana kalau negaranya perang? Tentu ya tidak mungkin bisa membangun peradaban, seperti pertempuran yang terjadi  di Timur Tengah sana,” tambahnya.

Oleh karena itu, Adnan menghimbau kelompok-kelompok radikal untuk tidak terus menerus menyerang dan menyebarkan propaganda negatif di Indonesia. Apalagi bermimpi mendirikan Negara Islam di Negara ini. “Kalau Negara lain saja betah  dan mau belajar kepada Indonesia, kenapa justru orang Indonesia sendiri yang mempermasalahkan hal tersebut,” kata Adnan. (fadel/Antara/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL