Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Mantan peneliti utama bidang perkembangan politik nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochtar Pabottingi mengatakan bahwa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan sosok panutan dalam merawat keberagaman. Gus Dur mengajak kita untuk menghormati kemajemukan kita sebagai bangsa.

“Jadi, Gus Dur ini mengajak kita untuk menghormati kemajemukan atau menegaskan kebangsaan kita,” kata Mochtar saat menjadi pembicara pada acara Peluncuran dan Diskusi Buku Hari-Hari Terakhir Bersama Gus Dur karya Bondan Gunawan di Museum Nasional, Jakarta Pusat, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (26/7).

Menurutnya, pengakuan terhadap keberagaman adalah pengakuan terhadap keterbatasan diri setiap individu. Sebab itu, penghormatan terhadap keberagaman menjadi suatu keniscayaan dalam kehidupan berbangsa. Bahkan nasionalisme paham kebangsaan merupakan suatu bulatan kesatuan dari keragaman yang ada. Di dalam nasionalisme tidak ada diskriminasi dan perbedaan kelas. Semuanya sederajat. Masyarakat Indonesia harus bersatu untuk terwujudnya cita-cita kemerdekaan.

“Hanya dengan bersatu kita bisa merdeka, hanya dengan bersatu kita bisa mempertahankan kemerdekaan, hanya dengan bersatu bisa mencapai cita-cita kemerdekaan,” ucapnya.

Mochtar mengatakan bahwa Gus Dur merupakan tokoh yang paling tulus menghormati dan menjunjung tinggi kebhinekaan dan hak-hak minoritas. “Beliau lah yang paling lantang dan tulus menjunjung dan menghormati minoritas,” ungkapnya.

Sikap Gus Dur tersebut, lanjut dia, tidak lepas dari konsep hubungan persaudaraan, baik persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), maupun persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).

Selain itu, Gus Dur juga adalah sosok yang cerdas dan berani dalam berbicara. Ia mencontohkan bagaimana Gus Dur mengkritik perilaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seperti taman kanak-kanak dan sebagian umat Islam Indonesia yang seakan-akan membela Tuhan, padahal Tuhan Maha Kuat. “Itu adalah kecerdasan-kecerdasan Gus Dur,” katanya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*