Ece Dail Falahudin/jawapos

Ece Dail Falahudin/jawapos

Bandung, LiputanIslam.com – Tak banyak profesi penapal kuda yang bisa berkiprah seperti Ece Dail Falahudin. Ia merupakan penapal kuda kaliber Internasional. Selain langganan para Jendral, beberapa kliennya dari Singapura pun berani membayarnya dengan mahal. Selain profesi langka, juga tak banyak yang mau menjadi penapal kuda. Masih banyak orang yang menganggap profesi penapal kuda tidak bisa menghasilkan apa-apa. Walhasil penapal kuda selalu dipandang sebelah mata oleh kebannyakan orang.

Namun berbeda dengan Ece, pria asli Cianjur ini boleh dibilang sebagai pakar penapal kuda. Tak ayal, kepiawaiannya pun tersohor hingga ke beberapa negara. Ece mengungkapkan bahwa profesi yang ditekuninya itu cukup menjanjikan. Asal tahu saja beberapa kuda yang ditangani Ece harganyapun bisa mengimbangi harga super car atau mobil sport.

Ece sudah beberapa kali mengunjungi berbagai negara berkat profesinya sebagai penapal kuda. Saat ditemui di Bandung, Ece sudah punya agenda esok harinya ke Singapura, seperti dilansir dari Jawapos.com.

Ece ternyata mantan atlet berkuda Indonesia sejak 2008. Saat ini Ece dikontrak sebagai penapal kuda tim equestrian (berkuda) Singapura untuk SEA Games 2015. Itulah sebabnya, secara periodik Ece harus berangkat ke Singapura.

Karir Ece sebagai penapal kuda dilakukan dari nol. Mulanya Ece adalah seorang pengurus kandang kuda atau kerap dikenal dengan sebutan groom. Barulah tiga tahun kemudian Ece dipercaya sebagai asisten penapal kuda senior Rasyid. Dari pengalaman itulah Ece menimba ilmu tapal kuda dari Rasyid. Bahkan Ece pernah mengikuti pelatihan khusus menapal kuda saat pindah ke stable Arthayasa. Setelah pelatihan itulah karir Ece semakin melejit sebagai penapal kuda karena keterampilannya pun semakin meningkat.

Ece juga banyak belajar dari penapal kuda asing, misalnya seperti dari Swedia dan Australia. Saat mereka menapal kuda, Ece langsung belajar dan memperhatikan dengan seksama agar keterampilannya juga bisa ter-upgrade. Terakhir Ece dikursuskan ke Singapura oleh bosnya (Arthayasa). Hasil kerja Ece akhirnya diakui jaminan mutu setelah mengikuti beberapa pelatihan baik didalam dan luar negeri.

Ece membuka rahasia bahwa kontraknya sebagai penapal kuda bisa mencapai jutaan. Bahkan di negara lain Ece dikontrak dengan nilai puluhan juta rupiah. Salah satu alasan Ece tetap bertahan karena memang karirnya sangat menjanjikan.

Nama Ece semakin dikenal setelah mengikuti ajang kejuaraan penapal kuda setelah event SEA Games 2003 Vietnam. Dari situlah nama Ece semakin berkibar di Asia Tenggara. Hasil kerja Ece selain cepat juga rapi. Hingga akhirnya pada tahun 2007 Ece berhasil menjadi penapal kuda terbaik se-Asia Tenggara.

Kini dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang didapat Ece dikenal sebagai master farrier International. Untuk satu kuda biasanya Ece memasang tarif Rp 700 ribu. Rekor yang pernah diraihnya Ece menangani kuda di Singapura dengan bayaran USD 250 per kuda. Sementara saat itu Ece mengerjakan hingga 28 kuda. Dari profesi penapal kuda, Ece bisa menabung, membeli mobil dan membeli rumah di Cianjur. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL