Sumber: nu.or.id

Banyuwangi, LiputanIslam.com– Direktur Student Crisis Centre IPNU Banyuwangi, Ibnu Tsani Rosyada menyatakan, bahwa peran pemuda sangat penting sebagai pembawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi suatu bangsa. hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Pelajar Keren di Taman Hijau Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (20/9).

Rosyada menjelaskan, agar mampu membawa perubahan, maka perlu adanya latihan mengembangkan kemampuan diri. Salah satunya dengan bergabung dalam suatu organisasi. Menurutnya, para pemuda dulu juga berorganisasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Yang terpenting dalam sebuah organisasi adalah proses. Dan, pemuda dituntut sebagai insan yang terpelajar yang dapat menghadirkan perubahan. Tidak melihat saja,” ujarnya.

Menurut  Rosyada, tugas pemuda itu bukan hanya membaca sejarah, tapi mengingat dan menjadikannya refleksi. Dahulu para pemuda ikut memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat yang sangat tinggi. Oleh karenanya, para pemuda saat ini diharapkan menjadi generasi  yang bisa dihandalkan. Generasi yang berdaya saing tinggi. “Tentunya perlu ada persiapan baik ilmu pengetahuan maupun sebuah karya,” ungkapnya.

Acara Ngobrol Pintar (Ngopi) tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng. Para peserta didominasi kader-kader Nahdliyin muda, mahasiswa baru, dan pengurus PMII Ibrahimy Genteng. Dipenghujung diskusi, para peserta Ngopi Pelajar Keren diajak mengumandangkan shalawat badar. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL