kompas.com

kompas.com

Magelang, LiputanIslam.com – Kini sebuah Desa di Jawa Tengah mendunia karena para pemudanya kerap kali menjuarai lomba desain tingkat Internasional. Desa itu adalah Desa Kaliabu, Kecamatan Selaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kampung Desain Grafis, begitulah julukan bagi Desa yang telah melahirkan para desainer muda yang beberapa diantaranya bahkan sudah memiliki kontrak desain dengan beberapa perusahaan di luar negeri. Bayarannya pun menggunakan dollar, seperti dilansir dari kompas.com (9/1).

Pemuda-pemuda tersebut tergabung dalam sebuah komunitas bernama Rewo-Rewo. Setiap hari pekerjaan mereka adalah membuat logo atau ikon yang diminta para kliennya. Kliennya tersebut bukan hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri.

Merekapun kerap mengikuti kontes logo secara online, bahkan mereka harus bersaing secara global dengan kontestan dari seluruh dunia. Tak ayal jika mereka mampu memenanginya, hadiahnya pun sangat sepadan, dari puluhan hingga ratusan dolar seperti yang dituturkan Yunan Hamami (36) salah seorang pemuda yang tergabung dalam komunitas Rewo-Rewo.

Kini komunitas tersebut sudah memiliki anggota sekitar 250 orang yang merupakan warga Desa Kaliabu. Uniknya penggagas komunitas Rewo-Rewo adalah mantan sopir bus malam. Akhirnya banting setir menjadi desainer logo. Ia pun tergerak untuk mengajak saudara dan tetangganya belajar desain sekaligus mencari uang dari hasil desainnya itu.

Mamiek mengungkapkan tidak semua anggota komunitas berpendidikan seperti Mamiek yang juga seorang Guru PNS di SMP Negeri 2 Kajoran, Kab. Magelang. Beberapa anggotanya sebagian besar hanyalah lulusan SMP dan SMA. Kesemuanya belajar mendesain logo secara otodidak. Hebatnya lagi dalam komunitas tersebut selalu bersinergi dengan berbagai ilmu.

Dengan modal Google Translate kendala tidak memahami bahasa Inggris mereka pecahkan. Walhasil meskipun kompetisi tingkat dunia, para pemuda Desa ini tetap bisa unjuk gigi.

Bukan hanya sopir dan guru saja yang kini bergabung dalam komunitas desainer Rewo-rewo, melainkan ada juga yang latar belakangnya penjual bakso, petani, buruh, pedagang pakaian hingga pengangguran.

Cerita sukses pun banyak bergulir dari kampung desain ini. Salah satuya adalah Hasan (25) yang sudah memenangi kontes desain logo sebanyak 15 kali dari seluruh dunia. Prestasinya itu belum ditambah dengan perusahaan di Eropa yang mengontraknya 90 dolar AS per jam untuk satu buah logo. Saat ini pun ia tengah mengikuti kontes logo dengan nilai hadiah 2.000 dolar AS. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*